Demokrat Nilai Sandiaga Uno tidak Beriktikad Menepati Janji

Penulis: Henri Siagian Pada: Rabu, 14 Nov 2018, 17:18 WIB Politik dan Hukum
Demokrat Nilai Sandiaga Uno tidak Beriktikad Menepati Janji

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

PARTAI Demokrat menganggap calon Wakil Presiden Sandiaga Uno kerap menebar janji ke partai politik koalisi tanpa beriktikad baik untuk merealisasikan janji tersebut.

Juru bicara Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Putu Supadma Rudana mengungkapkan itu dalam pernyataan pers seperti dilansir dari laman www.demokrat.or.id, Rabu (14/11).

Putu Supadma mengungkapkan, dalam pertemuan antara AHY dan Sandiaga Uno pada 12 September, di hadapan Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto, Sandiaga berjanji banyak hal.

Setelah berjanji banyak hal, sambung dia, Sandiaga meminta kesediaan AHY untuk ikut bersafari dengan Sandiaga. "Mas AHY menyanggupi tetapi tidak ditentukan waktunya kapan. Hingga hari ini, Mas Sandiaga Uno bukan hanya tidak ada iktikad baik untuk menepati janji-janjinya itu, tetapi juga tidak pernah melakukan komunikasi lagi dengan mas AHY," ungkap Putu Supadma.

Padahal, imbuh dia, optimisme yang ingin dibangun adalah merealisasikan janji-janji pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga kepada partai koalisi. "Itu yang utama sebelum berjanji kepada rakyat dan kemudian merealisasikannya. Jika berjanji kecil kepada 'rakyat terdekat' saja tidak mampu direalisasikan, bagaimana dapat mewujudkan banyak janji kepada rakyat luas. Jangan nodai rakyat dengan janji-janji. Berikan bukti, dan bukan janji," tegas Putu Supadma. (A-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More