Hujan Semalaman, Sebagian Kota Palembang Terendam Banjir

Penulis: Dwi Apriyani Pada: Selasa, 13 Nov 2018, 15:20 WIB Nusantara
Hujan Semalaman, Sebagian Kota Palembang Terendam Banjir

MI/Dwi Apriani

AKIBAT hujan yang berlangsung sejak Senin malam (12/11) hingga Selasa pagi (13/11), sebagian Kota Palembang tergenang air. 

Bukan hanya di wilayah sekitar anak sungai Musi, namun genangan air menyebar luas di sebagian besar Kota Palembang, termasuk di pusat kota bahkan jalan protokol dan kantor pemerintahan.

Genangan air terpantau di antaranya di Kecamatan Sukarami, Gandus, Kemuning, Bukit Kecil, Bukit Besar, Ilir Barat I, Alang-Alang Lebar dan sebagainya.

Ketinggian genangan air tertinggi mencapai satu meter. Bukan hanya mengakibatkan kendaraan mogok dimana-mana, warga yang hendak bekerja dan sekolah pun terganggu.

Kepala Kantor Basarnas Palembang, Berty DJ Kowaas mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai evakuasi di sejumlah lokasi di Kota Palembang.

"Personel yang diturunkan 8 orang dengan membawa peralatan SAR air seperti 1 unit LCR , tandu dan pelampung. Kita telah melakukan evakuasi mulai di bandara residence sekitar 60 KK, di seduduk putih ada 200 KK," ucapnya.

Sejauh ini, kata dia, belum ditemukan adanya korban. Hanya saja dari evakuasi, ada seorang nenrk bernama Nung, 68, yang harus dibawa ke RS Hermina Palembang. 

Terkait dengan banjir di Kota Palembang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kota Palembang dan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatra (BBWS) VIII sudah terjun kelapangan untuk mengatasi genangan air yang terjadi di beberapa titik wilayah Palembang.

Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar genangan air yang menyebar luas di sejumlah wilayah di kota Palembang cepat surut. Di antaranya dengan mengoperasikan mesin untuk menyedot beberapa genangan air, seperti di kawasan KM 7,5 dan Sekip Bendung.

"PU Sudah bergerak ke lapangan bersama balai dan beberapa tempat akan disedot seperti di depan Punti Kayu KM7,5," ungkapnya.

Diterangkan Harnojoyo, genangan air yang terjadi hari ini, diakibatkan intensitas hujan dengan curah yag cukup besar dan itu tidak tertampung lagi akibat masalah sungai yang saat ini masih kita selesaikan. 

"Sungai Palembang mengalami sendimentasi akibat sampah dan limbah padat rumat tangga yang menumpuk. Kondisi genangan hari ini bisa lebih parah, jika kita tidak aktif menggalakkan gotong royong," ungkapnya.

Harnojoyo berharap masyarakat bisa lebih bersabar dan kedepan harus ada kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan. Karena genangan air seperti hari ini bisa kapa saja terjadi. Hal itu dikarenakan demografi Palembang yang hampir 53% adalah daerah rawa (perairan).

"Kami dari Pemerintah Kota Palembang minta masyarakat bersabar dan berharap masyarakat kedepan peduli terhadap lingkungan dan gotong royong terus digalakkan," imbuhnya.

Saat ini juga, sambung Harnojoyo, Pemkot Palembang sedang melakukan upaya-upaya lain untuk meminimalisasi terjadinya genangan akibat pasang surut maupun hujan. Di antaranya, pembangunan rumah pompa bendung dan tahun ini akan dilakukan pendalaman sungai sekanak agar debit air bisa ditampung.

"Tahun ini rumah pompa bendung kita targetkan selesai. Dan beberapa kolam retensi akan kita bangun," terangnya.

Untuk mengatasi sendimentasi atau pendangkalan sungai, Pemkot terus melakukan upaya restorasi. Seperti yang dilakukan pada sungai Sekanak.

"Jika sungai sekanak sudah direstorasi dan dikeruk, mudah-mudahan debit air dapat lebih lancar," terangnya.

 

Baca juga: Jalur Penghubung Cianjur-Bandung sudah bisa Dilalui Kendaraan 

 

Sementara itu, dampak dari genangan air yang terjadi dimana-mana mengakibatkan banyak sekolah yang meliburkan siswanya. Dinas Pendidikan Kota Palembang memberikan hak kepada sekolah yang mengalami kebanjiran untuk meliburkan siswanya hingga banjir mereda.

Kepada Bidang SMP Disdik Kota Palembang, Herman Wijaya mengatakan pihaknya sudah memberikan imbauan kepada seluruh sekolah untuk mengambil kebijakan tersebut. 

"Bagi sekolah-sekolah dan rumah-rumah siswa banjir, sekolahnya boleh di fakultatifkan sampai banjirnya mereda. Berlaku juga untuk SD dengan ACC dari Kadin & Kabid SMP," kata dia.

Sampai saat ini, ucap Herman, hanya baru beberapa sekolah yang melaporkan bahwa sekolahnya mengalami banjir seperti di SMP 42 di kawasan Lemabang Jalan Gotong Royong, SMPN 38 Mato Merah, SMPN 16 Plaju, SMPN 30 Plaju.

"Masih banyak yang belum melaporkan. Tapi sudah kita instruksikan bahwa mereka bisa memberikan libur sementara kepada siswanya," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More