Sandiaga Langkahi Makam Pendiri NU, Ma'ruf Amin Serahkan ke Para Kiai di Jatim

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Selasa, 13 Nov 2018, 14:55 WIB Politik dan Hukum
Sandiaga Langkahi Makam Pendiri NU, Ma

Ist

CALON Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, enggan berkomentar banyak terkait sikap calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang melangkahi makam ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, yang juga merupakan salah satu pendiri NU. Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada para kiai di Jawa Timur untuk menilai sikap pasangan cawapres dari Prabowo Subianto tersebut.

"Itu nanti tergantung reaksi disana, umat itu seperti apa. Apalagi makam seorang ulama besar dilangkahi. Itu nanti (yang menilai) masyarakat lah,” kata Amin di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (13/11).

Baca juga: PKB: Sandiaga Tak Paham Adab Ziarah Kubur

Amin kembali mengingatkan kepada seluruh umat muslim untuk menghormati dan berlaku santun saat berziarah ke makam. Selain mendoakan, adab seorang perlu dijaga saat berziarah.

“Berdoa, kalau ulama, wali, minta berkahnya, saya kira itu aja. Dan tentu berlaku santun lah, menghormat pada makam itu saya kira,”

Di media sosial sedang ramai diperbincangkan satu video yang menampilkan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tengah berziarah dan menabur bunga di makam KH Bisri Syansuri. Video itu jadi ramai diperbincangkan karena Sandiaga tampak melangkahi makam salah satu pendiri NU tersebut.

Video itu berdurasi 15 detik. Sandiaga, yang mengenakan sarung dan berkopiah hitam, awalnya menabur bunga di makam tersebut. Sandi lalu melangkah. Prabowo, yang juga menabur bunga, hendak berpindah ke makam selanjutnya, memilih melipir ke pinggir sebelum beranjak. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More