Optimasi Lahan Rawa 500 Ribu Ha

Penulis: DY/N-3 Pada: Selasa, 13 Nov 2018, 03:20 WIB Nusantara
Optimasi Lahan Rawa 500 Ribu Ha

ANTARA FOTO/Ibay

PASCAPROYEK percontohan optimasi lahan rawa seluas 4.000 hektare (ha) di Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), dinilai berhasil. Pemerintah menargetkan optimasi pertanian tanaman pangan di lahan rawa seluas 500 ribu ha pada 2019, dipusatkan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, dan Lampung.

"Pilot project optimasi lahan rawa di Kalsel seluas 4.000 ha saat peringatan Hari Pangan Sedunia, kemarin dinilai berhasil. Pemerintah menargetkan diperluas hingga 500 ribu ha," ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Fathurrahman, kemarin.

Pada 2018 ini optimasi pertanian lahan rawa di Kalsel dilakukan di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Utara dengan total seluas 7.850 ribu ha. "Proyek optimasi lahan rawa di sejumlah daerah sedang berjalan dan pemerintah juga mendrop puluhan alat berat dan hand traktor untuk menyukseskan program ini," ujarnya.

Terkait dengan ini, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyata-kan kesiapannya mendukung program optimasi lahan rawa ini. Sejauh ini Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel mulai menginventarisasi kondisi lahan rawa yang bisa dioptimalkan. Kementerian Pertanian menarget-kan optimasi lahan rawa di Kalsel seluas 200 ribu ha.

"Potensi lahan rawa di Kalsel sangat luas tetapi tidak semuanya bisa ditanam, karena itu kita masih melakukan inventarisasi kondisi lahan di lapangan," ujar Faturahman.

Ada beberapa jenis atau tipe lahan rawa baik rawa pasang surut maupun rawa lebak. Namun, selain masalah anggaran pembukaan lahan yang sangat besar, optimasi lahan pertanian ini terkendala terbatasnya jumlah keluarga petani. Jika Kalsel mampu mengoptimalkan lahan rawanya, bisa menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Saat ini luas tanam padi di Kalsel meningkat cukup besar, yaitu 73.649 ha (14,48%) dari 508.457 ha pada 2015 menjadi 582.106 ha pada 2017.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More