Bima Jawab Tuntutan untuk Mundur

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Minggu, 11 Nov 2018, 19:35 WIB Olahraga
Bima Jawab Tuntutan untuk Mundur

ANTARA

PERMAINAN buruk tim nasional (Timnas) Indonesia kala dikalahkan Singapura dalam partai pembuka Piala AFF membuat warganet dalam negeri menuntut sang pelatih kepala Bima Sakti Tukiman untuk mundur. Namun, Bima mengaku tidak akan meninggalkan Febri Hariyadi dkk dalam kondisi sulit seperti saat ini. Ia pun menjanjikan kemenangan atas Timor Leste dalam laga kedua Grup B Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (13/11).

"Saya terima semua kritikan, masukan, dan opini masyarakat. Saya rasa semua orang memiliki tujuan yang sama, kita rindu timnas berprestasi. Kita harus jalani dan saya tidak akan tinggalin

tim saat ini. Saya akan berikan bukti hari selasa nanti," kata suksesor Luis Milla Aspas ini seusai mendamping timnya berlatih di Stadion Madya Senayan, Minggu (11/11).

Banjir kritik memang menimpa Bima karena dinilai belum siap memimpin skuat 'Timnas Garuda', julukan Indonesia. Eks asisten Persiba Balikpapan ini gagal membaca alur permainan dan terkesan terjebak dengan perangkap strategi yang diterapkan Timnas Singapura. Timnas Indonesia pun menyerah dengan skor tipis 0-1 dalam laga di National Stadium Singapura, Jumat (9/11).

Latihan perdana Timnas Indonesia kali ini tidak berlangsung lama, yakni sekitar 45 menit. Diawali dengan latihan porsi ringan yang diwarnai sesi lari pemenasan dan rondo

. Setelahnya latihan berlangsung tertutup hingga pukul 17.30 WIB.

Fokus Bima saat ini ialah memperbaiki mentalitas tim agar tampil prima melawan Timor Leste. Ia pun juga mengaku telah melakukan evaluasi demi menampilkan performa lebih baik lagi di laga-laga selanjutnya.

"Yang pasti kita evaluasi dari laga kemarin dan sudah saya jabarkan ke pemain akan kelemahan dan kekurangan kita serta apa yang harus dibenahi. Tapi yang penting lupakan itu semua dan kita harus bangkit saat lawan Timor Leste karena laga ini sangat penting untuk menentukan lolos ke fase berikutnya," kata Bima. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More