Komitmen Fed untuk Tingkatkan Suku Bunga Perkuat Dolar AS

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Minggu, 11 Nov 2018, 11:11 WIB Ekonomi
Komitmen Fed untuk Tingkatkan Suku Bunga Perkuat Dolar AS

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

MENGUATNYA ekspektasi kenaikan suku bunga AS setelah Federal Reserve (The Fed) mengeluarkan narasi yang konsisten bahwa pengambil kebijakan tetap berkomitmen pada kenaikan suku bunga "lebih lanjut secara bertahap" dalam pernyataan kebijakan moneter terkini telah menjadi pemicu menguatnya dolar AS.

Mata uang AS menguat terhadap sebagian besar mata uang lainnya, termasuk semua mata uang G10, kecuali yen Jepang yang tidak berubah, dan menguat terhadap seluruh mata uang Eropa, Timur Tengah, dan Afrika kecuali rubel Rusia yang sedikit menguat, dan semua mata uang Asia kecuali yen dan rupee India.

"Sejujurnya, tidak ada kejutan besar dari keputusan Fed, karena semua orang sudah memperkirakan bahwa suku bunga tidak akan berubah pada November. Akan tetapi, investor mencari isyarat nyata bahwa Fed tetap berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan moneter hingga akhir 2019, dan investor mendapatkannya," tukas Jameel Ahmad, Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM, Minggu (11/11).

Baca juga: Tak Ada Resep Cepat Tangani Defisit Neraca Berjalan

Poin paling menarik dari pernyataan Fed adalah kurangnya pembahasan dari Fed mengenai level volatilitas pasar global saat ini, yang menyiratkan kegigihan Fed untuk melanjutkan ambisi kenaikan suku bunganya.

"Seiring berjalannya waktu dan semakin kita mencerna pernyataan kebijakan ini, tidak akan mengejutkan jika kita melihat divergensi bank sentral ini menjadi perhatian para trader," kata Jameel

Ini adalah kemungkinan alasan di balik momentum negatif di pasar modal Asia malam kemarin, walaupun ada kekhawatiran bahwa pertumbuhan global melambat dan apa dampak potensi penurunan momentum ekonomi Tiongkok terhadap ekonomi dunia.

"Saya pribadi berpendapat bahwa penurunan momentum saham diakibatkan oleh kekhawatiran mengenai kebijakan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan kembalinya divergensi Fed," ungkapnya.

Beralih dari pernyataan FOMC terkini, Pound Inggris akan menarik perhatian investor internasional di akhir pekan perdagangan ini.

Pound telah mengalami reli 2% sejak awal bulan, dan ini menyiratkan bahwa investor semakin yakin bahwa kesepakatan Brexit akan segera tercapai. Tema hampir tercapainya kesepakatan Brexit semakin hari semakin menarik perhatian media.

"Saya perlu mengingatkan bahwa berita ini hampir terefleksikan dalam harga Pound dan potensi terjadinya aksi ambil untung adalah risiko yang perlu diperhatikan oleh investor," tutup Jameel Ahmad. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More