Blusukan ke Pasar Cihaurgeulis, Jokowi Bandingkan Harga Sejumlah Barang

Penulis: Antara Pada: Minggu, 11 Nov 2018, 10:00 WIB Politik dan Hukum
Blusukan ke Pasar Cihaurgeulis, Jokowi Bandingkan Harga Sejumlah Barang

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

CALON Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo menyambangi Pasar Cihaurgeulis, Bandung untuk membandingkan harga sejumlah produk.

"Saya membandingkan pasar di Tangerang, pasar di Bogor, pasar di Bandung harga semuanya sama," kata Jokowi usai jalan pagi di Hari Bebas Kendaraan atau CFD di Jalan Ir H Djuanda, Bandung, Minggu (11/11) pagi.

Jokowi blusukan ke dalam pasar becek yang berada di Jalan Suci itu selama sekitar 40 menit menyapa sejumlah pedagang di antaranya pedagang sayur dan pedagang daging.

Baca juga: Jokowi: Hoaks dan Fitnah di Jabar Tinggi

Dia sebelumnya juga blusukan ke Pasar Bogor di Jalan Surya Kencana, Pasar Anyar di Tangerang. Di sana, Jokowi mendapati sejumlah harga yang sama dari beberapa produk seperti 1 ikat kangkung Rp2 ribu, 1 ikat daun singkong Rp2 ribu, dan telur ayam per kilogramnya pada kisaran Rp20-22 ribu.

"Cabe 40 ribuan. Dulu kan pernah kan sampai Rp80 ribuan. Sekarang pada stabil. Memang tidak bisa kita menghendaki harga cabe sampai Rp10 ribu, harga bawang sampai Rp5 ribu. Petaninya yang kasihan," ujar Jokowi.

Menurut dia, pemerintah berupaya untuk menjaga keseimbangan harga komoditas pada posisi yang normal, sehingga petani dan konsumen sama-sama mendapat hak mereka.

Terkait pembenahan pasar yang masih berkondisi becek, Jokowi berharap pemerintah kota dapat membenahi agar lokasi pasar bersih, rapi, dan tidak bau.

"Saya kira semua pasar tradisional arahnya ke sana. Saat ini ada 2.500 pasar yang sudah kita bangun itu di kota dan kabupaten. Tapi pasar desa
juga lebih dari 5 ribu yang kita bangun," ujar Jokowi.

Usai blusukan di pasar, Capres 01 mengunjungi kegiatan CFD di kawasan Dago. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More