NasDem tidak Ingin sekadar Beretorika

Penulis: Putra Ananda Pada: Minggu, 11 Nov 2018, 11:40 WIB WAWANCARA
NasDem tidak Ingin sekadar Beretorika

MI/Susanto

PADA hari ini, 11 November 2018, Partai NasDem genap berusia 7 tahun. Dalam perjalanan di dunia politik, Partai NasDem konsisten dengan tema yang digaungkan yakni gerak-an perubahan restorasi Indonesia.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memastikan tema gerakan perubahan tidak akan berhenti menjadi sebuah retorika. Lewat sesi wawancara dengan reporter Media Indonesia Putra Ananda, secara khusus Surya Paloh menuturkan harapannya bagi NasDem.
Wawancara dilakukan di sela-sela kesibukan Surya Paloh melakukan kunjungan konsolidasi ke beberapa wilayah di Tanah Air.

Bagaimana perjalanan NasDem selama 7 tahun ini dan apa harapannya?
Saya bersyukur bahwasanya selama perjalanan 7 tahun ini NasDem telah mengikuti satu tahapan pemilu dan itu telah mengantarkan partai ini memiliki representasi di tingkat nasional di DPR. Partai ini juga telah mengikuti tiga kali tahapan pilkada dengan hasil yang cukup membesarkan hati. Jadi ini akan memberikan suatu katakanlah motivasi diri yang lebih kuat terhadap para kader untuk berjuang, bekerja dengan sepenuh hati, dan konsisten dengan cita-cita yang kita perjuangkan bersama.
Harapannya, partai yang relatif cukup muda ini mampu melakukan terus-menerus tahapan konsolidasi ke dalam agar visi dan misi partai tidak berhenti sekadar retorika dan slogan. Perjalanan partai ini saya harapkan tidak berhenti pada kepentingan satu kali pemilu atau dua pemilu, tapi juga 100 tahun ke depan. Untuk mencapai ke sana, apalagi dengan membawa sebuah tema perjuang-an gerakan perubahan restorasi Indonesia, diperlukan keteguhan hati sungguh-sungguh. Masyarakat sekarang makin kritis.

Kritis seperti apa yang dimaksud?
Kritis terhadap kehadiran institusi parpol. Masyarakat tidak serta-merta begitu mudah untuk menerima pikiran-pikiran, ajakan dalam membawakan masing-masing idealisme yang masih dimiliki oleh parpol itu.
Ini tugas sebagai tantangan atau challenge bagi parpol bagaimana dia bisa tetap harus berupaya meyakinkan masyarakat betapa pentingnya peran dan partisipasi masyaralat itu. Tanpa kepercayaan dan partisipasi masyarakat yang kuat, progres untuk upaya percepatan pembangunan dalam seluruh aspek kehidupan yang kita miliki tentu tidak bisa kita harapkan akan berjalan sebagaimana yang kita harapkan.

Bagaimana dengan proses kaderisasi NasDem?
Akademi Bela Negara merupakan bagian dari proses kaderisasi. Kader yang diharapkan partai ini mengedepankan politik gagasan. Kader harus dekat dengan komitmen dan meningkatkan kemampuan profesionalisme. Sejalan dengan itu dia membangun moralitas. Antara profesionalisme dan moralitas merupakan suatu hal yang berjalan seiringan. Ini yang saya harapkan karena gerakan perubahan yang dimaksudkan ialah bagaimana kita mencoba memulai memberikan kesadaran bagi masyarkat.

Apa yang ingin disampaikan NasDem lewat gerakan perubahan?
Kita bertekad dengan gerak-an perubahan sekaligus melakukan penataan kembali sebagai penguatan dari seluruh tatanan kehidupan yang kita miliki, yang kita sebut dengan restorasi Indonesia. Mulai kearifan lokalnya, adat istiadat budayanya. Ini harus kita perkuat, kita restorasi, kita pugar. Karena kehadiran dari arus modernisasi yang masuk ke negeri kita dengan kemajuan informasi dan teknologi, jelas itu membutuhkan kesadaran kita bahwasanya autentiknya keindonesiaan itu harus tetap terjada.
Ini yang sebenarnya jadi concern NasDem. Bagaimana memberikan suatu kesadaran baru tentang Indonesia membutuhkan kita semuanya sebagai satu kesatuan. Semangat sebangsa dan setanah air. Pikiran-pikiran ini tentu harus bisa, tidak hanya berhenti pada tingkat elitenya saja di partai ini, tapi sampai pada ke jajaran yang paling bawah.

Bagaimana dengan profesionalitas dan moralitas kader NasDem?
Kemampuan memberikan achievement peningkatan kemampuan diri ke arah profesionalisme yang lebih baik, itu ada beberapa cara. Salah satunya ialah bagaimana memberikan kesempatan mereka mengenal lebih dekat kembali kepada seluruh visi dan misi partai yang ada. Kemudian memberikan kesempatan untuk mereka bisa mendapatkan tambahan referensi ilmu pengetahuan mereka dari berbagai aktivitas yang dilakukan berbagai institusi partai ini, baik di dalam maupun ke luar. Itu barangkali yang bia meningkatkan achievement kemampuan profesionalisme diri mereka.
Sejalan dengan itu, mereka juga diingatkan selalu, institusi Partai NasDem ini amat menghargai nilai-nilai moralitas di dalam komitmen keberadaan kita sebagai institusi parpol. Makanya kenapa kita melakukan suatu, katakanlah kebijakan yang dianggap tidak realistis, yaitu politik tanpa mahar.

Bagaimana meyakinkan masyarakat tentang kebijakan politik tanpa mahar ialah sesuatu yang realistis dan bukan hanya lips service?
Kalau kita tidak memulai, siapa lagi yang memulai itu. Orang sudah terjebak dengan pikiran-pikiran jangka pendek. Sudah tidak lagi melihat dan kepentingan sebuah strategi goal besar untuk pikiran-pikiran yang jauh ke depan. Masyarakat kita sudah terjebak pada pragmatisme. Pragmatisme itu sarat dengan transaksional, materialistis, individualistis.
Bagaimanapun juga ideologi merupakan suatu alat untuk mempersatu. Kita miliki Pancasila. Tapi kita menganggap itu antara ada dan tiada. Ini yang menyebabkan kelemah-an di antara kita. Dan itu terbukti ketika kita melihat potret sosial masyarakat kita pada hari ini, betapa mudahnya mereka mengalami kerentanan terhadap hal-hal yang memprovokasi suburnya politik kedengkian, jealousy, sirik. Itu tidak terlepas dari bagaimana kita sudah larut begitu jauh pada nilai pragmatisme itu sendiri. Kita harus bangun kesadaran. Harus ada ruang idealisme kita sebagai warga negara bangsa yang menghargai asas kepantasan dan moralitas itu. Kita tidak berbicara sekadar retorika.

Dari perjalanan NasDem di 7 tahun ini, kontribusi apa yang sudah NasDem berikan untuk masyarakat?
Lihat saja bagaiamana aktivitas sosial yang sudah dilakukan tidak hanya aktivitas-aktivitas seremonial. Pikiran politik itu pasti, tapi di sam-ping itu ada kerja nyata juga, aktivitas sosial. Seperti Badan Rescue NasDem, ABN, itu adalah bagian yang secara nyata sebagai bagian yang memang ingin memberikan gambaran betapa partai ini dikelola secara sunguh-sunguh dengan sepenuh hati dan keterbatasan apa pun yang dimilikinya, tapi juga semangat dan motivasi untuk memberikan sesuatu yang berarti dan berfaedah untuk masyarakat. Badan Rescue merupakan andalan NasDem untuk membantu bangsa ini setiap saat jika terjadi bencana. Kemudian politik gagasan kita, bagaimana kita membangun grup-grup diskusi, melemparkan pikiran-pikiran dan saran-saran pandangan kita. (X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More