Fatin Berkiprah di World Youth Forum

Penulis: Despian Nurhidayat Pada: Minggu, 11 Nov 2018, 11:00 WIB Weekend
Fatin Berkiprah di World Youth Forum

MI/VICKY GUSTIAWAN

PENYANYI Fatin Shidqia Lubis atau biasa disapa Fatin, 22, mengaku senang dan bangga bisa hadir dalam World Youth Forum (WYF) yang berlangsung di Mesir baru-baru ini. Apalagi, ia hadir sekaligus membawakan lagu From Everywhere yang merupakan theme song WYF.

Lagu From Everywhere dinyanyikan bersama penyanyi dari enam negara lain yang juga menjadi peserta WYF. Mereka berasal dari Afrika Selatan, Maroko, Mesir, Arab Saudi, Yunani, Italia, dan Indonesia.
Meski ia hanya tampil pada 3 November dan setelah itu langsung kembali ke Indonesia, aktivitasnya di 'Negeri Piramid' menghabiskan waktu 12 hari sebab Fatin harus terlebih dahulu melakukan latihan dan membuat videoklip lagu From Everywhere.

Lagu tersebut sudah dirilis di Youtube. Namun, ujarnya, From Everywhere tidak akan dirilis dalam bahasa Indonesia, tapi hanya dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang bisa dimengerti banyak orang di dunia.

Meskipun penonton acara tersebut didominasi para pemuda negeri setempat, lanjutnya, juara salah satu ajang pencarian bakat kelahiran 30 Juli 1996 itu mengaku tetap senang.

Apalagi, ujar Fatin, banyak penonton yang membawa bendera negara lain yang ikut terlibat dalam WYF. Bahkan ia juga tidak mengalami kesulitan berkomunikasi dengan peserta lain karena semua dilakukan menggunakan bahasa Inggris.

"Karena acaranya berlangsung di Mesir, jadi didominasi orang-orang Mesir. Tapi seru banget karena aku juga ngelihat bendera dari negara lain juga dikibar-kibarkan," kata Fatin saat berkunjung ke kantor Media Indonesia, Jumat (9/11).

Di ajang WYF ia juga sempat bertemu dengan pemuda Indonesia lainnya. Mereka antara lain mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.

Di sela acara WYF, selama berada di Mesir ia sempat mengunjugi beberapa tempat di Kairo, antara lain Kan Ka Lili yang merupakan pusat penjualan pernak-pernik terbesar di negeri itu. Selain terbesar, ujarnya, harga pernak-pernik di Kan Ka Lili merupakan yang termurah bila dibandingkan dengan di tempat lainnya.

Sekembali ke Tanah Air, kini gadis bertubuh mungil pemenang AMI Award sebagai pendatang baru terbaik itu tengah fokus mempromosikan lagu terbarunya, Jingga. Selain itu, ia juga tetap aktif kuliah di London School jurusan performing arts comunication. Fatin bertekad membagi waktu antara pendidikan dan kariernya.

"Waktu dapat jadwal kuliah, jadwalnya langsung aku kasih tahu ke manajemen dan timku supaya juga mereka tahu jadwal kuliahku. kalaupun ada pekerjaan (di hari kuliah), bisa dilakukan setelah jam kuliah. Jadi absen (kuliah) aman dan karier jalan bareng," tuturnya.

Lanjutkan kuliah
Setelah menyelesaikan kuliah, Fatin berencana melanjutkan ke jenjang berikutnya dan ia ingin meneruskan untuk kuliah S-2 di luar negeri.

Kesukaannya pada traveling membuatnya ingin merasakan menuntut ilmu jauh dari Tanah Air dan merasakan bagaimana ia bisa bertahan di sana. Dua negara pilihannya untuk sekolah ialah Jepang dan Austria.

"Aku berencana sekolah di Jepang karena sejak kecil aku suka nonton anime dan baca komik. Aku enggak pernah belajar bahasa Jepang secara formal, belajarnya dari anime. Kalau Austria, aku pilih karena aku pernah ke sana dan di sana juga katanya pendidikannya bagus. Jadi penasaran aja sih," ucapnya. (H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More