Ma'ruf Amin Membenarkan Ada Politikus Genderuwo

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 21:40 WIB Politik dan Hukum
Ma

MI/PIUS ERLANGGA

PRESIDEN Jokowi sempat melontarkan istilah politik genderuwo. Hal itu untuk menyindir politikus yang kerap menyebarkan propaganda untuk menakut-nakuti masyarakat. Calon wakil presiden Ma'ruf Amin pun setuju mengenai pernyataan Jokowi dan memang ada politikus tersebut.

"Kalau pak Jokowi (bilang) ada, saya ikut Pak Jokowi. Saya bilang ada lah,"kata Ma'ruf di Gedung Barisan Nusantara, Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (10/11).

Menurut apa yang disampaikan Jokowi soal politik genderuwo untuk membangun komunikasi politik jangan menakuti-nakuti.

"Kalai menakuti-nakuti seperti genduruwo itu ungkapannya memberikan optimisme, bukan rasa takut,"ujar Ma'ruf

Optimisme yang dimaksud Ma'ruf ialah bagus dalam memberikan semangat kepada masyarakat untuk menambah Kerja dan upaya lebih besar.

Sebelumnya saat Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan 3.000 sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, kemarin, Ia mengingatkan di tahun politik ini banyak politikus yang pandai memenga-ruhi, tetapi menanggalkan etika politik dan tidak menggunakan sopan santun.

Presiden meminta cara-cara seperti itu dihentikan karena pada kenyataannya masyarakat dalam keadaan baik-baik saja. “Masyarakat senang, kok ditakut-takuti,” tandasnya.

Jokowi meminta politisi memberi contoh cara berdemokrasi yang baik kepada masyarakat. Kontestasi politik seperti pilkada ataupun pilpres harus membawa ke-gembiraan dan optimisme kepada masyarakat.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More