Metro TV-Perdami Gelar Operasi Katarak Gratis

Penulis: (*/I-2) Pada: Minggu, 11 Nov 2018, 08:45 WIB Humaniora
Metro TV-Perdami Gelar Operasi Katarak Gratis

MI/Rendy Ferdiansyah

METRO TV bekerja sama dengan Persa-tuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) menggelar bakti sosial operasi katarak gratis. Bakti sosial itu terbuka untuk umum, terutama ditujukan bagi masyarakat kurang mampu.

Kemarin pagi, ratusan warga terlihat mengantre menunggu panggilan untuk diperiksa dokter mata.

“Acara ini merupakan rangkaian perayaan HUT ke-18 Metro TV. Target kita hari ini ialah 120 pasien di wilayah Jabodetabek bisa dioperasi dan untuk pemeriksaan (screening) mata bisa sampai 200,” kata Direktur Keuangan dan Administrasi Metro TV Mohammad Mirdal Akib saat ditemui di Lobi III Gedung Metro TV, Jakarta, kemarin.

Dia melanjutkan, tujuan pelaksanaan operasi katarak tersebut ialah murni untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat. Hal itu merupakan salah satu dari tiga pilar corporate social responsibility (CSR) Metro TV.

“Ketiga pilar itu ialah pendidikan, penanggulangan bencana alam, dan kesehatan,” imbuhnya.
Selain menggelar operasi katarak, kemarin juga dilakukan kunjungan ke sejumlah sekolah luar biasa (SLB). “Pada kunjungan itu kita berbagi dengan anak-anak luar biasa tersebut,” ucapnya..

Prosedur operasi katarak tersebut dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pasien melakukan pemeriksaan mata. Hal itu dilakukan di Lobi III Gedung Metro TV, kemarin. Sebanyak 170 warga telah mendaftar untuk pemeriksaan mata.

Seusai pemeriksaan mata, para peserta mendapat persetujuan dari dokter mata. Pada tahap kedua itu, pasien akan melakukan operasi katarak di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta.  

Operasi katarak dijadwalkan pada Sabtu (17/11) pukul 08.00 WIB. Pasien diwajibkan membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM), serta fotokopi KTP dan kartu keluarga (KK).

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More