Tol Jakarta-Surabaya Beroperasi Tahun Ini

Penulis: (JI/J-2) Pada: Minggu, 11 Nov 2018, 08:30 WIB Nusantara
 Tol Jakarta-Surabaya Beroperasi Tahun Ini

MI/Supardji Rasban

PEMBANGUNAN Tol Trans-Jawa ruas Jakarta-Surabaya ditargetkan rampung akhir tahun ini sehingga semua ruas yang sudah terkoneksi bisa ber-operasi dan digunakan pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di sela-sela peresmian Tol Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV oleh Presiden Joko Widodo di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11).

Basuki menyampaikan pembangunan tol secara keseluruhan dari Merak hingga Banyuwangi (sepanjang Pulau Jawa) diperkirakan baru rampung pada Desember 2019.

“Untuk tol Jakarta-Surabaya rampung tahun ini,” ujar Basuki.

Basuki menuturkan saat ini setidaknya masih ada empat ruas tol yang masih terus dikebut pengerjaannya sampai akhir tahun dalam rangkaian tol Jakarta-Surabaya. Keempat ruas tol itu ialah tol Batang-Semarang, Salatiga-Solo, Sragen-Ngawi, dan tol Ngawi-Kertosono.

“Tol yang baru dan akan diresmikan selama November untuk mudik Natal dan Tahun Baru sudah bisa dipakai dan gratis,” terangnya.

Tol yang sudah rampung dan akan diresmikan itu, kata Basuki, digra-tiskan hingga akhir Desember 2018.
“Namun, (mulai) Januari 2019, (kendaraan yang lewat tol) baru akan dikenai tarif tol. Tarif tol sekitar Rp1.000 per kilometer,” kata Basuki.

Dia berharap pembangunan ruas tol Jakarta-Surabaya (870 km) dan Jakarta-Banyuwangi 1.050 (km) akan memberikan kenyamanan bagi pengemudi kendaraan saat merayakan libur Natal dan Tahun Baru 2019.

Menurut Basuki, saat ini kelanjutan kontruksi tol sudah 90% lebih. Dia memperkirakan target operasional tahun depan bisa tercapai sehingga bisa diresmikan tahun depan . “Waktu peresmiannya nanti menyesuaikan dengan jadwal Presiden Jokowi.”

Data dari Kementerian PU-Pera, panjang semua ruas Tol Trans-Jawa secara keseluruhan yakni dari Merak hingga Banyuwangi mencapai 1.150 kilometer.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More