Apresiasi Bagi Perajin Batik

Penulis: Despian Nurhidayat Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 20:33 WIB Weekend
Apresiasi Bagi Perajin Batik

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Kendati batik telah menjadi wastra yang kian populer, terutama pascadiresmikan sebagai warisan budaya dari Indonesia oleh UNESCO, kelestariannya perlu tetap mendapat atensi.

Kemajuan teknologi dalam industri bahan tekstil dan tekstil kain membuat industri batik semakin meredup. Hanya segelintir yang masih bertahan membudidayakan industri batik. Pembuat alat membatik yaitu canting tulis pun kini sudah jarang diproduksi, bahkan bisa dihitung dengan jari. Hal ini juga terjadi dengan pembuat 'malam' atau lilin yang digunakan untuk membatik yang semakin sedikit. Dalam hal meneruskan budidaya industri batik pun saat ini belum ditemukan, apalagi yang pandai membuat alat utama untuk membuat batik yaitu canting dan malam.

Dengan menyoroti fenomena itu, Culture Heritage of Indonesia (CHI) Awards 2018 berupaya mengapresiasi para penerus dan pelestari batik. Acara yang dihelat pada Sabtu (10/11) di La Moda, Plaza Indonesia, Jakarta, tersebut merupakan program dari Yayasan Al-Mar yang memiliki perhatian pada kelangsungan warisan budaya Indonesia. CHI Awards ini merupakan acara pertama yang diselenggarakan Yayasan Al-Mar.

"Awalnya kami mencoba untuk mempelajari apa yang ingin kita dilakukan di CHI pertama ini. Kami ingin memberikan atensi kemajuan seni dan budaya Indonesia, dan akhirnya kami memilih wastra batik dulu," ungkap ketua pelaksana CHI Awards Ayu Dyah Pasha.

Ayu Dyah juga mengungkapkan bahwa CHI Awards sendiri mengusung tema penghargaan untuk pahlawan penjaga warisan budaya Indonesia. Batik merupakan pilihan yang tepat karena sangat erat kaitannya dengan menjaga kelestarian warisan budaya.

CHI Awards 2018 memiliki 4 kategori penghargaan yaitu Kategori Pelestari, Kategori Penerus, Kategori Inovator, dan Kategori Penghargaan Khusus. Kriteria untuk masuk dalam Kategori Pelestari antara lain perajin yang merupakan warga negara Indonesia, tanpa batasan usia, gender, dan agama, yang melestarikan warisan budaya Indonesia “batik” dengan karakter dan ciri khas. Masih aktif bekerja atau mengelola studio penghasil kerajinan atau melakukan kegiatan berbasis budaya.

Kategori Penerus antara lain perajin yang melanjutkan usaha batik yang diturunkan dan memberi efek signifikan pada kelangsungan sebuah budaya dan usahanya. Masih aktif bekerja atau mengelola studio penghasil kerajinan atau melakukan kegiatan berbasis budaya, juga sukses membina atau aktif dalam komunitas tertentu yang berlandaskan budaya Indonesia.

Kategori Inovator, kriterianya antara lain; perajin atau sosok warga negara Indonesia yang melahirkan teknik baru untuk proses pembuatan batik. Membangun usaha sendiri yang memberi efek signifikan pada keberlangsungan dan pengembangan sebuah budaya, menginspirasi orang di sekitarnya, dan karyanya dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Kategori penghargaan khusus sendiri disematkan kepada Go Tik Swan atau Panembahan Hardjonagoro. Go Tik Swan merupakan orang yang mendapatkan tugas dari Presiden Soekarno untuk membuat Batik Indonesia. Batik Go Tik Swan sendiri merupakan hasil perkawinan antara batik hasil keraton (terutama gaya batik Surakarta dan Yogyakarta) dengan batik gaya pesisir utara Jawa Tengah, terutama Pekalongan.

Acara ini pun diharapkan menjadi sebuah bentuk kepedulian terhadap perajin Batik dan juga bisa membuat masyarakat khususnya pemerintah, untuk lebih peduli pada warisan budaya yang sudah mulai mengikis akibat modernitas dan pergeseran zaman yang sudah semakin canggih saat ini. (Des/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More