Marcus/Kevin di Ambang Gelar Ketujuh

Penulis: Budi Ernanto Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 20:30 WIB Olahraga
Marcus/Kevin di Ambang Gelar Ketujuh

ANTARA FOTO/Humas PBSI

PASANGAN ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil menembus partai puncak Tiongkok Terbuka 2018 yang digelar di Fuzhou. Tiket masuk babak final mereka dapatkan setelah bersusah payah melalui rubber gim dengan skor 17-21, 21-18, dan 21-14 ketika berhadapan dengan Liu Cheng/Zhang Nan (Tiongkok) pada Sabtu (10/11).

Dari hasil tersebut, Marcus/Kevin pun semakin dekat dengan gelar juara ketujuh tahun ini yang sempat gagal mereka dapatkan karena kalah di Prancis Terbuka 2018 pada akhir Oktober kemarin. Marcus/Kevin seperti diketahui telah mengoleksi enam gelar juara hingga bulan ini dan yang terakhir, ialah di Denmark Terbuka pada bulan lalu.

Sementara di babak final yang akan berlangsung pada Minggu (11/11), Marcus/Kevin akan berhadapan dengan He Jiting/Tan Qiang, pasangan tuan rumah. Laga terakhir nomor ganda putra bisa saja menampilkan All Indonesian Final jika Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang dari Jiting/Qiang. Sayangnya, Ahsan/Hendra kalah dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 21-14 dan 21-15.

Di atas kertas, Marcus/Kevin lebih diunggulkan dari Jiting/Qiang. Marcus/Kevin merupakan unggulan pertama dan juga ganda putra terbaik di dunia. Sementara lawannya itu unggulan ketiga dan pasangan rangking dunia ke-17. Kemudian selama tiga kali pertemuan, Jiting/Qiang baru sekali menang dari Marcus/Kevin. Kemenangan itu didapatkan Jiting/Qiang ketika berjumpa Marcus/Kevin di Malaysia Terbuka 2018.

Indonesia masih belum beruntung untuk bisa mendapatkan gelar di nomor lain di Fuzhou. Nomor yang memiliki peluang cukup besar untuk mempersembahkan medali emas sebenarnya datang dari ganda putri melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Namun, mereka ditundukkan Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea Selatan), di babak perempat final. Greysia/Apriyani yang merupakan pasangan rangking empat dunia, terhenti setelah berjuang tiga game dengan skor 17-21, 21-17, dan 18-21. Itu merupakan kekalahan pertama Greysia/Apriyani dari Hee/Chan. Pada tiga pertemuan sebelumnya, Greysia/Apriyani tidak pernah sekalipun takluk dari Hee/Chan.

Asisten pelatih ganda, Chafidz Yusuf, langsung mengevaluasi permainan Greysia/Apriyani seusai laga melawan Hee/Chan. Menurutnya, Greysia/Apriyani dinilai tidak dapat mengatasi tekanan demi tekanan yang diberikan Hee/Chan sejak gim pertama.

"Yang jelas mereka tidak bisa keluar dari tekanan lawan, khususnya di gim pertama dan ketiga. Lawan mempunyai power dan lebih cepet reaksinya," kata Chafidz. "Di gim kedua sudah bisa temukan permainan, tapi kemudian lawan kembali ke pola pertama mereka untuk terus menekan,” katanya lagi.

Chafidz mengatakan sebenarnya kebutuhan pola main di Fuzhou semestinya disesuaikan dengan laju shuttle cock yang dinilainya yang agak kencang. Sehingga siapa yang pertahanannya rapat saat adu bola datar dan unggul di permainan depan, mereka yang lebih berpeluang mendapatkan poin.

Selain itu, ada tiga hal yang menurut Chafidz perlu segera dibenahi oleh Greysia/Apriyani, yaitu antisipasi pukulan lawan, servis, serta peningkatan power pukulan. "Greysia/Apri harus bisa membaca arah pukulan lawan, sehingga mereka bisa antisipasi. Kemudian Greysia juga harus terus memperbaiki servisnya meskipun sekarang sudah jauh lebih baik. Menambah power pukulan agar semakin mematikan,” ujarnya. (BadmintonIndonesia/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More