Perjalanan Hidup Keluarga yang Menginspirasi

Penulis: (Riz/M-2) Pada: Minggu, 11 Nov 2018, 07:30 WIB Hiburan
Perjalanan Hidup Keluarga yang Menginspirasi

DOK. FILM A MAN CALLED AHOK

BASUKI Tjahaja Purnama, alias Ahok, ialah sosok yang pernah amat sensasional di Tanah Air. Walau kiprahnya sebagai wakil gubernur, dan kemudian gubernur, di Ibu Kota, terbilang singkat, hanya beberapa tahun, ia berhasil menanamkan kesan kuat pada sebagian kalangan masyarakat.

Namun, seperti apa Ahok sebelum ia berlabuh di Jakarta? Bagaimana sepak terjangnya? Apa yang menjadikan Ahok sebagaimana dirinya yang dikenal orang?

Bagi Anda yang penasaran dengan tokoh satu itu, saat ini tengah tayang film A Man Called Ahok yang terinspirasi dari buku berjudul serupa karya Rudi Valinka. Ceritanya mengenai kehidupan Ahok sejak cilik hingga meraih puncak kariernya.

Film yang berlatar di Belitung Timur tersebut dapat dibilang memiliki sinematografi yang apik, mulai pakaian, kendaraan, bahkan model rumah, semuanya seakan membawa penonton kembali ke Belitung zaman dulu.

Tidak hanya itu, para pemainnya pun seperti Daniel Mananta (Ahok), Denny Sumargo (ayah Ahok), dan Ferry Salim, mampu bercakap-cakap dengan logat Belitung yang khas dan sesekali dicampur dengan bahasa Khek. Pemunculan budaya khas Tionghoa, seperti soal prinsip harga diri dan gaya bicara blak-blakan, menjadi nilai tambah film tersebut.

Secara umum, film berdurasi 102 menit tersebut, berkisah bagaimana sang Ayah mendidik anak-anaknya. Ayah Ahok bernama Kim Nam. Orang-orang Belitung Timur memanggilnya Tauke, yang berarti bos besar.

Kim Nam digambarkan sebagai seorang pengusaha dermawan. Kepada keluarganya, ia mengajarkan nilai-nilai berbagi, tolong-menolong, dan keikhlasan.

Cara mendidik Kim Nam tersebut yang akan memainkan emosi para penonton. Gelak tawa, frustrasi, bahkan haru, akan muncul layaknya kehidupan keluarga yang penuh dinamika. Banyak adegan dan dialog antara sang Ayah dan anak-anaknya yang memantik emosi.

Salah seorang penonton, Mariana, 40, mengaku sempat berkaca-kaca saat menonton. "Bagus sih, terharu, sempet hampir menangis," ungkapnya dijumpai di Studio XXI Mall Kelapa Gading, Jumat (9/11).

Penonton lain, Yosef, 45, mengatakan film tersebut banyak memberi inspirasi. "Filmnya bagus, banyak nilai hidup yang diajarkan," kata dia.

Meski lebih banyak orang awam mengenal Ahok sebagai politikus dan birokrat, jangan berharap akan melihat adegan-adegan politik yang kental dalam film ini. Justru, nikmati film ini bersama keluarga. Resapi ajarannya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More