PSSI Berharap Garuda Segera Bangkit

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 19:16 WIB Sepak Bola
PSSI Berharap Garuda Segera Bangkit

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

FEDERASI Sepak bola Indonesia (PSSI) berharap agar tim nasional (Timnas) Indonesia dapat bangkit di pertandingan kedua kontra Timor Leste pada Grup B Piala AFF 2018. Pertandingan direncanakan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (13/11) pekan depan. Sebelumnya di partai pembuka, tim asuhan Bima Sakti menyerah di tangan Singapura seusai takluk dengan skor tipis 0-1 pada Jumat (9/11).

Hasil negatif ini membuat kans Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya menjadi lebih sulit. Pasalnya Indonesia wajib mencuri poin penuh dalam tiga pertandingan selanjutnya, yakni melawan Timor Leste, bertandang ke Thailand, dan menjamu Filipina di laga terakhir.

"Kita lupakan yang kemarin. Tidak mudah menjalani laga pertama. Tanggal 1 November kita melawan Timor Leste. Kita semua berharap Indonesia kembali ke karakternya agar kembali ke jalur kemenangan. Agar bangkitkan kembali peluang kita, target kita," kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang ditemui di Jakarta pada Sabtu (10/11) sore.

Indonesia sendiri ditargetkan memenangi Piala AFF yang belum sekalipun diraih. Timnas Garuda--julukan Indonesia-- seperti dikutuk sehingga sudah lima kali menjadi runner up

setelah kalah di partai final.

Perihal kompetisi yang masih berjalan ditengah bergulirnya Piala AFF, Jokdri--sapaan Joko-- untuk kesekian kalinya menyampaikan kesulitan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) untuk mensinergikan kepentingan timnas dan kompetisi. Hal ini membuat persiapan Evan Dimas dkk dinilai tak ideal untuk menghadapi Piala AFF tahun ini.

"Bukan kami tidak ketahui bahwa ideal kompetisi selesai sebelum AFF, tapi 2018 ini situasi sulit untuk dihindari karena ada Asian Games 2018. Tahun 2020 kami akan bisa atur dengan baik," imbuh Jokdri. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More