10 Penyelam Handal Basarnas Bantu KNKT Lanjutkan Pencarian Pesawat Lion Air

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 19:03 WIB Nusantara
10 Penyelam Handal Basarnas Bantu KNKT Lanjutkan Pencarian Pesawat Lion Air

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

BASARNAS tetap mendukung upaya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam mencari black box berisi cockpit voice recorder (CVR) dengan mengerahkan 10 orang penyelam handal untuk bisa menyelesaikan tugas tersebut.

Kepala Basaranas Marsekal Madya M Syaugi menyatakan, tim dari KNKT akan terus melanjutkan tugasnya untuk mencari CVR. Tentunya bersinergi dan dukung dari Basarnas.

"Mudah-mudahan dengan 196 kantong jenazah ini, bisa 189 orang teridentifikasi. kami bukan sempurna jadi pasti ada kekurangan dan kami akan evaluasi kekurangan-kekurangan yang ada itu," sebutnya.

Sementara itu, ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan sejumlah kapal juga akan tetap berada di perairan Karawang guna menunjang operasi pencarian black box.

"Jadi ada beberapa hal yang yang memang kita persiapkan yang paling mutakhir adalah dengan beberapa pelanggan yang saya sebutkan tadi," terangnya

Kapal-kapal itu antara lain Kapal Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta beberapa kapal lain yang berfungsi mengangkut para penyelam.

"Speedboat-speedboat yang kecil yang kebetulan dari Basarnas juga sudah mendukung speedboat untuk kita membuat operasional pencarian CVR," lanjutnya.

Ia menambahkan, dengan keberadaan FDR tentu akan membantu sekitar 70 sampai 80 persen terkait kecelakaan pesawat Lion Air. Namun diperlukan CVR agar penyelidikan itu bisa maksimal.

"Makanya kita memerlukan CVR karena kita ingin apa yang terjadi percakapan di dalam kokpit pesawat, sehingga kita bisa lengkap mengevaluasi penyebab dari kecelakaan tersebut," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More