Ma'ruf Amin: Orang Sehat Pasti Bisa Melihat Jelas Prestasi Jokowi

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 18:20 WIB Politik dan Hukum
Ma

MI/PIUS ERLANGGA

CALON wakil presiden Ma’ruf Amin sebut akhir-akhir ini banyak deklarasi yang ditujukan ke pasangan Jokow-Amin. Ma’ruf menyebutkan hanya orang yang budek dan buta yang tidak bisa melihat prestasi Jokowi-Jusuf Kalla.

“Orang-orang yang sehat bisa dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan oleh Pak Jokowi, kecuali orang budek saja tidak mau mendengar informasi dan kecuali orang buta saja yang tidak bisa melihat realitas dan kenyataan,” ungkap Ma’ruf saat berpidato di acara deklarasi relawan Barisan Nusantara, Cempaka Puith, Jakarta, Sabtu (10/11).

Menurut Ma’ruf, calon presiden Jokowi selama memerintah telah berhasil membangun berbagai infrastruktur, fasilitas, pelabuhan hingga membangun lapangan terbang sehingga arus barang dan arus orang bisa berjalan dengan baik dan terkonektivitas.

Nawacita pertama kata Ma’ruf memang bisa memenuhi efektifitas kerja pemerintah, namun ia menganggap apa yang sudah dilakukan Jokowi merupakan prestasi yang luarbiasa.

“Kalau efektif kerja itu di tahun kedua, ketiga, keempat, tahun kelima sibuk pilpres. Tetapi prestasinya luarbiasa. Ini sudah menjadi modal, tonggak atau milestone kalau kita bisa manfaatkan secara optimal,”terang Ma’ruf.

Ma’ruf berkeyakinan dirinya dan Jokowi akan memperbesar kemashalatan dan kemanfaatan serta menambahkan apa yang kurang.

“Memaksimalkan apa yang sudah kita miliki dengan memperbesar kemashalatan, kemanfaatan, serta menambahkan yang belum tercover. Inilah yang kita bangun bersama Pak Jokowi pada periode 2019-2024,” kata Ma’ruf.

Landaasan yang dimiliki Jokowi saat ini akan diperkuat kedepannya dan kedepan menurut Ma’ruf Indonesia lebih maju dan sejaterah, “Itu cita-cita kami, ada yang diwariskan yaitu semangat dan ajakan beliau untuk bekerja. Jangan diartikan sebagai ajakan tetapi harus dimaknai sebagai gerakan perubahan,” ujarnya

“Kalau kata Nasdem itu gerakan restorasi, yaitu gerakan perubahan dengan semanagat menjadikan Indonesia lebih maju serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita.”tutup Ma’ruf. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More