Sumatera Bagian Utara Hingga Papua Berpotensi Alami Banjir

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 16:27 WIB Nusantara
Sumatera Bagian Utara Hingga Papua Berpotensi Alami Banjir

ANTARA FOTO/Anang Budiono

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan wilayah Sumatera bagian utara, pesisir barat Sumatera, hingga Papua akan mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga menengah tinggi.

Wilayah-wilayah tersebut pun berpotensi mengalami banjir maupun tanah longsor.

Menurut Kepala Humas BMKG Hary Sujatmiko, wilayah Sumatera bagian utara yakni Aceh, Sumatera Utara dan wilayah utara Sumatera Barat serta Papua akan mengalami curah hujan di atas 150mm.

Sementara itu Papua berpotensi diguyur hujan dengan intensitas menengah-tinggi yakni curah hujannya 200mm hingga 500mm atau di atas normal.

"Manakala suatu daerah itu potensi hujan secar bulannya intensitas menengah - tinggi bahkan sangat tinggi maka perlu diwaspadai potensi hujan hariannya dpt terjadi dengan intensitas lebat-sangat lebat bahkan ekstrim sehingga dapat berdampak genangan atau banjir," kata Hary saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (10/11).

Banjir menurutnya bisa terjadi terutama di daerah-daerah yang merupakan langganan genangan atau banjir seperti daerah dataran rendah, cekungan dan bantaran kali atau sungai. Di sisi lain dampak lain yang bisa terjadi adalah longsor atau banjir bandang.

"Dampak bencana ini juga bisa terjadi terutama di daerah-daerah dataran tinggi seperti perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan dengan tingkat pergerakan tanah yang menengah - tinggi sesuai info yang dikeluarkan oleh badan geologi," ungkapnya.

Hary juga menegaskan bahwa informasi terkait prakiraan cuaca ini telah disampaikan kepada jajaran pemerintah daerah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk ditindaklanjuti dengan berbagai langkah kewaspadaan. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More