Kepala Basarnas: Pencarian Penumpang Lion Disetop

Penulis: Kautsar Widya Prabowo Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 15:45 WIB Humaniora
Kepala Basarnas: Pencarian Penumpang Lion Disetop

ANTARA FOTO/Danu Haryadi

BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menghentikan proses evakuasi penumpang Lion Air PK-LQP pada hari ke-13. Tim tak lagi menemukan penumpang di perairan Karawang, Jawa Barat.

"Kemarin kami hanya menemukan satu kantong jenazah, itu pun pagi hari. hari ini tadi kita cek ke lapangan sampai saat ini juga nihil, jadi  kami dari tim SAR Basarnas pusat mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini secara terpusat disudahi atau ditutup hari ini," ujar Kepala Basarnas Laksamana Madya M Syaugi di Jakarta Internasioanl Container Terminal (JICT) II, Jakarta Utara, Sabtu (10/11).

Namun, kantor SAR Bandung maupun Jakarta tetap disiagakan bila sewaktu-waktu mendapat laporan temuan nelayan maupun masyarakat sekitar. Tim disiagakan 24 jam.

 

Baca juga: Tim DVI: Orangtua Bayi Kyara belum Teridentifikasi

 

Syaugi membeberkan tim sudah mengumpulkan total 196 kantong jenazah. Semua kantong jenazah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. Ia berharap 189 penumpang sekaligus awak pesawat teridentifikasi.

"Kami juga mohon maaf pada seluruh masyarakat terutama kepada keluarga korban apabila dalam pelaksanaan evakuasi korban ini belum menyenangkan semua pihak," ucap dia.

Syaugi menjelaskan tim Basarnas akan tetap menyelam demi menemukan cockpit voice recorder (VCR) pesawat. Tim akan membantu guna meringankan kerja Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami dukung dari Basarnas dengan 10 orang penyelam andal untuk bisa menyelesaikan tugas dari KNKT," kata Syaugi. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More