Lima Kampus Taiwan Siapkan Beasiswa Politeknik

Penulis: Antara Pada: Minggu, 11 Nov 2018, 06:00 WIB Humaniora
Lima Kampus Taiwan Siapkan Beasiswa Politeknik

Thinkstock

LIMA kampus di Taiwan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa politeknik di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di negara itu.

"Kelima universitas itu yakni Hsing Wu University, Lunghwa University of Science and Technology, Minghsin University of Science and Technology, Chien Hsin University of Science of Technology, dan Cheng Shiu University," kata Kepala International Office PNUP Sitti Sahriana SSM App Ling di Makassar, Jumat (9/11).
     
Sementara untuk proses seleksinya, dipercayakan kepada Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) pelaksanaan seleksi wawancara program Industry-Academia Collaboration Indonesia-Taiwan yang sukses digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, hari ini.

Seleksi wawancara program Industry-Academia Collaboration sudah dilakukan sebelumnya di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar sebagai kota terakhir.      

"Untuk di Makassar sendiri, proses seleksi diikuti sebanya 605 calon peserta dilaksanakan seminggu sebelumnya dan akhirnya menyisakan 117 peserta yang berhak ikut tahap wawancara," ujarnya.

Ratusan peserta itu berasal dari lima Politeknik yang berada di kawasan Indonesia Timur, yaitu PNUP, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri FakFak, Politeknik Negeri Samarinda dan Politeknik Negeri Balikpapan.

Proses wawancara langsung dilakukan 8 orang professor mewakili lima universitas di Taiwan.

Sesaat sebelum proses interview dimulai, Pembantu Direktur IV PNUP, Tri Hartono LRSC, M Chem Eng yang menangani bidang kerja sama dan hubungan industri mengungkapkan program Industry Academia Collaboration merupakan program yang terselenggara atas kerjasama pemerintah Indonesia melalui Kemenristekdikti dengan pemerintah Taiwan.
     
Program yang diikuti 28 politeknik negeri se-Indonesia ini menawarkan program 3+2+i diperuntukkan bagi mahasiswa D2 dan D3 Politeknik di mana setiap peserta yang berhasil lulus wawancara akan melanjutkan belajar selama tiga atau dua tahun dan menjalankan magang industri selama satu tahun di perusahaan terbaik Taiwan berdasarkan disiplin ilmu yang digeluti.
    
Melalui program ini, lulusan politeknik bisa melanjutkan studi selama tiga atau dua tahun di Taiwan dan mendapat gelar Bachelor setara S1.

Para pendaftar program ini harus menyertakan berkas dengan syarat IPK minimal 3,0 dan kemampuan bahasa Inggris sementara untuk bahasa Taiwan akan diajarkan secara kursus saat sudah di Taiwan. PNUP sebagai tuan rumah mengirimkan 30 mahasiswa dari lima program studi dimana setiap program studi diwakili  oleh 6 peserta.

 

Baca juga: Birokrasi Riset akan Dipermudah

     
Salah seorang pewawancara dari Hsing Wu University mengungkapkan bahwa kegiatan seleksi wawancara ini dibutuhkan untuk mengetahui apakah para pendaftar memang layak untuk program ini karena ada beberapa aspek yang tidak bisa dinilai hanya melalui e-mail.
     
Aspek penting yang menjadi penilaian dalam seleksi wawancara ini adalah kompetensi, penguasaan bahasa Inggris, dan etika.

Program Industry-Academia Collaboration Indonesia-Taiwan 2018 merupakan program beasiswa dari pemerintah Taiwan melalui lembaga Taipei Economic And Trade Office (TETO) yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa berprestasi meneruskan jenjang pendidikan di Taiwan.
     
Ada delapan bidang yang ditawarkan sebagai pilihan yaitu hospitality management, inspection electronics, surface mounted technology, network electronics, chemical enginering, material manufacture, mecanical engineering, dan civil engineering.       

Total peserta yang akan diterima untuk tahun ini sebanyak 320 orang dengan rincian 40 mahasiswa setiap bidang. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More