Bima Wajib Kembangkan Strategi Cadangan

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 14:45 WIB Sepak Bola
Bima Wajib Kembangkan Strategi Cadangan

MI/Rommy Pujianto

KEKALAHAN atas Singapura dengan skor 1-0 di partai pembuka Piala AFF pada Jumat (9/11) membuka mata banyak pihak bahwa tim nasional (Timnas) Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Tim yang diasuh Bima Sakti Tukiman terbukti minim kreativitas dengan mempertontonkan permainan yang monoton sepanjang permainan.

Bima juga kurang memberikan respon ketika skema permainan tak berjalan dengan baik akibat pressure ketat tim lawan. Yang dilakukan Bima sekedar melakukan pergantian pemain pada posisi yang sama. Selebihnya tidak ada perubahan strategi bahkan saat tim dalam kondisi tertinggal.

Menurut pengamat sepak bola Imran Nahumarury, Bima wajib menyiapkan rencana cadangan di setiap pertandingan yang akan dihadapi. Hal ini untuk mengantisipasi agar Timnas Garuda tak kembali menemui kata deadlock.

"Yang harus disiapkan Bima ialah menyiapkan plan B, harus ada perubahan, harus ada variasi lebih banyak. Perbaikan dalam transisi menyerang dan bertahan juga perlu karena beberapa kali kita terperangkap serangan balik. Saya pikir Bima paham akan hal itu," kata Imran.

Hasil negatif kontra Singapura membuat peluang Indonesia lolos dari Grup B ke babak empat besar kian sulit. Pasalnya Febri Hariyadi dkk bakal melawat ke kandang juara bertahan Thailand dan menjamu Timnas Filipina yang saat ini dipimpin pelatih kawakan Sven Goran Eriksson.

Tapi sebelum itu, Timnas Indonesia lebih dahulu akan menghadapi tim terlemah di Grup B Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (13/11).

"Kita mau tidak mau harus meraih kemenangan. Kalau perlu habis-habisan. Kita juga perlu meraih kemenangan besar. Kita juga jangan meremehkan Timor Leste meski mereka kalah 7-0 dari Thailand. Mereka punya potensi kejutan," imbuhnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More