Wagub Jatim Berharap tidak Ada Lagi Insiden

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 14:05 WIB Nusantara
Wagub Jatim Berharap tidak Ada Lagi Insiden

ANTARA/Zabur Karuru

WAKIL Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Saifullah Yusuf, mengharapkan tidak ada lagi insiden hingga mengakibatkan korban jiwa saat drama kolosal Surabaya Membara memperingati Hari Pahlawan 10 November.

"Jangan sampai even tahunan ini kembali muncul korban, bahkan korbannya sampai meninggal dunia," katanya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (10/11). 

Sebagai langkah agar kejadian serupa tidak terulang, Wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu meminta aparat mengusut tuntas sehingga ada pihak bertanggung jawab.

"Bukan mencari siapa yang salah dan benar, tetapi pengusutan harus dilakukan agar ada yang bertanggung jawab dan insiden serupa tidak terjadi lagi di tahun-tahun mendatang," ujarnya.

 

Baca juga: Risma: Pagelaran Surabaya Membara tanpa Koordinasi 

 

Wagub mengaku turut prihatin atas insiden tersebut dan mengucapkan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan tabah.

"Bagi yang sakit semoga segera sembuh dan beraktivitas lagi. Yang pasti ini sangat disesalkan karena sampai ada korban jiwa," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (9/11) malam menjelang pementasan drama kolosal "Surabaya Membara" dalam rangka memperingati Hari Pahlawan itu mengakibatkan tiga orang penonton meninggal dunia dan belasan korban lainnya mengalami luka-luka.

Korban terjatuh dari atas jembatan rel kereta api yang ada di atas Jalan Pahlawan Surabaya saat akan menyaksikan drama kolosal yang digelar rutin setiap tahun itu. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More