Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat Hidupkan Semangat Pahlawan

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 13:31 WIB Politik dan Hukum
Ma

ANTARA/Hafidz Mubarak

CALON Wakil Presiden nomer urut 01 Ma'ruf Amin menyampaikan pesan kepada publik untuk selalu bersemangat membela bangsa dari perpecahan. Hal ini diungkapkan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November.

"Semangat pahlawan itu harus kita hidupkan di kalangan masyarakat untuk membela bangsa dan negara. Kita harus mengawal negara ini dari usaha-usaha memecah belah dan kekacauan," ujar Ma'ruf Amin di Rumah Aspirasi, Jl.Proklamasi Nomor 46, Menteng, Jakarta, Sabtu (10/11).

Ma'ruf juga berpesan kepada publik untuk selalu hadir sebagai pahlawan dalam rangka mengawal keutuhan negara.

"Kita harus mengawal negara ini dari upaya-upaya yang ingin merusak, ingin memecah belah, yang ingin membuat negara ini kacau. Karena itu kita harus tampil menjadi pahlawan bangsa dan pahlawan negara," ungkapnya.

Baca Juga:

Peringati Hari Pahlawan, Presiden Gelar Ziarah Nasional di TMP Cikutra

 

Optimistis juga harus dimiliki masyarakat Indonesia. Pun Ma'ruf Amin menyebut Indonesia sudah semakin maju terlihat dari berbagai pembangunan yang ada. Jadi bila dikatakan rakyat resah, Ma'ruf justru bertanya rakyat mana yang mengalami hal tersbut.

 

"Indonesia sudah merangkak maju dengan pembangunan yang ada. Bahwa sekarang ini rakyat resah, rakyat mana yg resah? Bahwa ingin lebih sempurna ya, dan itu janji kami," jelasnya.

Masyarakat diminta agar tidak menyampaikan omong kosong, harus berlandaskan prestasi.

"Bukan janji belaka juga tapi dilandaskan pada prestasi. Artinya kita berpijak dari kenyataan yg ada, bukan lamunan, khayalan, keinginan."(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More