Ini Aksi Presiden Saat Kenakan Baju Ala Pejuang Kemerdekaan

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 10:55 WIB Politik dan Hukum
Ini Aksi Presiden Saat Kenakan Baju Ala Pejuang Kemerdekaan

MI/Bayu Anggoro

PRESIDEN Joko Widodo mengenang momen kemerdekaan dengan menggunakan pakaian ala pahlawan saat mengikuti sepeda santai bertajuk 'Bandung Lautan Sepeda' yang dimulai dari Jalan Diponegoro, Bandung, Sabtu (10/11).

Bersama sekitar 25 ribu pesepeda lainnya, orang nomor satu di Tanah Air ini mengelilingi Gedung Sate, kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dengan seragam TNI berwarna cokelat khas pejuang zaman kemerdekaan, Presiden mengayuh sepeda onthel. Pun dilengkapi dengan atribut khas seperti bendera merah putih, lencana penghargaan, dan tas kulit model zaman dulu. Dengan penuh canda, Presiden pun menunjukkan sepucuk pistol yang digunakan sebagai atribut saat bersepeda.

"Merdeka. Ini Hari Pahlawan, 10 November," kata Presiden kepada awak media.

Joko Widodo membenarkan dirinya menggunakan atribut pejuang untuk memunculkan kembali suasana perjuangan saat merebut kemerdekaan.

"Suasana sejarah seperti tahun-tahun 45, seperti di masa-masa perjuangan, dimunculkan. Kenapa saya pakai pakaian ini, ya karena suasana itu," tutur Kepala Negara.

Baca Juga:

Wapres Pimpin Upacara Hari Pahlawan di TMP Kalibata

 

Mantan Wali Kota Surakarta ini menceritakan pengalaman saat menggunakan sepeda onthel tersebut. Menurutnya, sepeda lama itu tidak memiliki rem sehingga cukup membuatnya tegang.

 

"Sepeda ini yang paling enteng. Memang sepeda lama, agak grogi, karena enggak ada remnya," ujarnya.

Dengan nada bercanda, Presiden berencana menabrakkan sepeda ke trotoar jika terdapat turunan yang tajam. Beruntung, rute jalanan di Bandung yang ditempuhnya ini tidak menemui medan yang sulit.

"Paling kalau tadi jalannya menurun tajam, saya tabrakkan ke trotoar supaya berhenti," kelakarnya.

Sementara itu, disinggung makna Hari Pahlawan, Joko Widodo yang pernah menjabat gubernur DKI Jakarta ini mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki semangat juang tinggi yang dulu dimiliki para pahlawan bangsa.

Menurutnya, semua warga harus memiliki semangat membangun negara dalam mengisi kemerdekaan ini. "Harus semangat untuk membangun negara, terus membangun negara," sambungnya.

Presiden melanjutkan jika pahlawan yang merebut kemerdekaan pun memiliki semangat yang sama untuk memajukan bangsa. Sehingga, hal ini harus diteladani warga untuk mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif.

"Semangat untuk merdeka, semangat untuk memajukan negara, semangat untuk membuat Indonesia maju," pungkasnya.

Sejumlah pejabat negara lain juga ikut bersepeda, seperti Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil).

Presiden bersama rombongan bersepeda sejauh sekitar tiga kilometer dengan rute Jalan Diponegoro-Jalan Ir. H. Djuanda-Jalan Merdeka-Jalan Lombok-Jalan Banda dan berakhir di Gedung Sate.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More