Delegasi Taliban Hadiri Pembahasan Damai Pertama Kali di Moskow

Penulis: Antara Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 22:40 WIB Internasional
Delegasi Taliban Hadiri Pembahasan Damai Pertama Kali di Moskow

Yuri KADOBNOV / AFP

PERUTUSAN Taliban pada Jumat (9/11) menghadiri konferensi diplomatik di Rusia untuk pertama kali, yang menggarisbawahi hasrat Moskow memainkan peran dalam perdamaian Afghanistan, tetapi pemerintah Kabul tidak mengirimkan wakil resmi.

Sebaliknya, anggota Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan, yang mengawasi usaha perdamaian tapi tidak mewakili pemerintah, menghadiri acara tersebut. Mereka mengulangi tawaran pembicaraan perdamaian tanpa syarat, yang disampaikan Presiden Ashraf Ghani.

Pejabat Barat dan pemerintah Ghani memandang pertemuan Moskow dengan kecurigaan, melihatnya sebagai upaya Rusia mendesakkan caranya menjadi proses, yang mereka katakan harus dipimpin Afghanistan.

"Kami membahas perihal pembicaraan langsung dengan Taliban dan meminta mereka memilih tempat dan waktu untuk dimulai," kata juru bicara Dewan Perdamaian Tinggi, Ehsan Tahiri, kata Kantor Berita Rusia, RIA.

Sejauh ini, tak ada perjanjian yang telah dicapai, kata dia. Delegasi Taliban mengulangi tuntutannya bagi penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan, tempat mereka mendukung pemerintah Kabul.

Juru bicara kantor politik Taliban, Muhammad Sohail Shaneen, yang dikutip RIA, mengatakan, sebelum mulai pembicaraan dengan pemerintah Kabul, 'isu kehadiran pasukan eksternal' perlu diselesaikan.

Shaheen juga membantah tuduhan-tuduhan oleh militer AS bahwa Rusia telah memasok senjata ke Taliban. Moskow pun membantah tuduhan tersebut. Pertemuan itu, yang menggarisbawahi hasrat Rusia untuk dilibatkan dalam penyelesaian di Afghanistan, terjadi sementara utusan khusus AS Zalmay Khalilzad menyiapkan babak baru pembicaraan dengan pejabat Taliban di Qatar.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa "Kami menegaskan sikap kami mengenai ketiadaan alternatif bagi penyelesaian politik di Afghanistan dan perlunya usaha-usaha terkoordinasi aktif oleh negara-negara tetangga Afghanistan dan mitra-mitra regional".

Rusia membawa delegasi Taliban beranggota lima orang dan beberapa tokoh politik senior Afghanistan, termasuk beberapa orang yang telah bentrok dengan Ghani di masa lalu, ke pertemuan tersebut.

Taliban mengeluarkan pernyataan pekan ini dengan mengatakan konferensi itu 'bukan tentang perundingan dengan pihak tertentu'. Dikatakan, pertemuan tersebut 'tentang penyelenggaraan diskusi komprehensif mengenai menemukan solusi damai atas masalah Afghanistan dan mengakhiri pendudukan Amerika'.

Ghani pada Februari menawarkan pembicaraan tanpa syarat dengan Taliban tapi pemberontak itu, yang memandang pemerintahannya dikendalikan asing, menolak, dengan menyatakan mereka akan berurusan hanya dengan Amerika Serikat. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More