Belum Terima Hasil Putusan MA terkait OSO, Ini Tanggapan KPU

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 22:15 WIB Politik dan Hukum
Belum Terima Hasil Putusan MA terkait OSO, Ini Tanggapan KPU

MI/Susanto

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari mengaku pihaknya sampat saat ini masih belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan permohonan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Uji materi yang dikabulkan ialah Peraturan KPU Nomor 26/2018 soal larangan caleg DPD berasal dari pengurus partai politik.

Hasyim menuturkan bahwa sebagai pihak tergugat dalam memutuskan uji materi PKPU Nomor 26/2018, KPU seharusnya mendapat prioritas untuk menerima salinan putusan MA tersebut.

"KPU ini kan pihak yang tergugat. Mestinya ya jadi prioritas dong dapat salinan yang pertama," jelas Hasyim di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Bahwa pada sebelumnya (7/11) melalui Kelapa Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Abdullah mengeluarkan statement kepada awak media bahwa salinan putusan MA tersebut bisa diambil dan dilihat melaluinya.

Kemudian Hasyim mengatakan bahwa KPU saat ini masih belum bisa menentukan sikap soal posisi OSO yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU.

"Ya nanti setelah putusan MA kami terima. Seperti yang disampaikan pak ketua (Arief Budiman) kalau sudah terima putusan baru kami bersikap," ungkap Hasyim.

KPU menegaskan untuk membaca dulu hasil putusannya dan baru berkomentar mengenai sikap apa yang akan dilakukan KPU.

PKPU Nomor 26 Tahun 2018 melarang pengurus partai politik maju sebagai calon anggota DPD RI. Aturan ini menjadi tolok ukur KPU mencoret nama OSO. Ketua DPD RI itu sempat menggugat putusan KPU ke Badan Pengawas Pemilu. Tapi, Bawaslu menolak gugatan OSO dan menyatakan pencoretan yang dilakukan KPU sah.

PKPU Nomor 26 Tahun 2018 yang digugat oleh kuasa hukum OSO merupakan tindak lanjut atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menafsirkan jabatan kepengurusan seseorang dalam parpol sebagai 'pekerjaan', sehingga tidak boleh menjadi calon anggota DPD. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More