KPI Ajak Masyarakat Kritis Pilih Tayangan Berkualitas

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 21:30 WIB Humaniora
KPI Ajak Masyarakat Kritis Pilih Tayangan Berkualitas

DOK KPI

LITERASI media dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar kritis dan selektif memilih tayangan berkualitas dirasakan kian penting. Hal itu mengemuka dalam diskusi literasi media yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Jakarta, Jumat (9/11).

Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis mengatakan untuk membentuk literasi media, masyarakat harus dibekali kemampuan, pengetahuan, kesadaran dan keterampilan sebagai pembaca media cetak, penonton televisi atau pendengar radio. Masyarakat yang terliterasi diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas demokrasi.

"Kami ingin masyarakat menjadi lebih pintar, cakap, mampu dengan baik, menggunakan, memahami, menganalisa, media baik itu media televisi, radio, surat kabar, dan film," katanya di depan ratusan peserta diskusi literasi yang digelar di The Media Hotel, Jakarta Pusat, Jumat.

Dia melanjutkan kegiatan literasi media penting demi membentuk masyarakat Indonesia menjadi cerdas dalam memanfaatkan media khususnya media penyiaran. Ketika masyarakat memiliki kesadaran dan sikap kritis, lanjut Yuliandre, mereka akan memiliki kesadaran sebagai konsumen media yang memiliki hak dan kewajiban atas isi siaran yang berkualitas.

"Ini pun akan memunculkan kesadaran tentang dampak yang ditimbulkan media dan mengidentifikasi hal-hal yang harus dilakukan ketika menggunakan media," katanya.

Sementara itu anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menyatakan kegiatan literasi media harus terus menerus dilakukan. Masyarakat harus diberi ruang untuk mempelajari cara bersikap kritis melihat konten siaran agar bisa memilih informasi yang baik dan tidak baik.

"Mereka tidak boleh menelan mentah-mentah informasi dari media. Karena kita tahu aturan kita tidak seperti negara-negara dengan sistem pemerintahan otoriter yang sangat ketat mengaturnya. Kita ingin melakukan literasi," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Dalam kesempatan itu, Effendi juga meminta KPI menjadi pelindung masyarakat dan melakukan pengawasan siaran secara maksimal. "Posisi di KPI sudah cukup untuk menjalankan fungsi dan tugas," paparnya.

Selain di Jakarta, kegiatan literasi media juga akan diadakan di 11 kota lain seperti Medan, Padang, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, dan Ambon. Kegiatan diikuti unsur akademisi, tokoh masyarakat, LSM, kelompok masyarakat peduli penyiaran di daerah, lembaga penyiaran lokal, dan pegiat literasi media. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More