Semakin Banyak Pahlawan Tumbuh di Bidang yang Beragam

Penulis: M. Taufan SP Bustan Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 21:08 WIB Politik dan Hukum
Semakin Banyak Pahlawan Tumbuh di Bidang yang Beragam

MI/SUMARYANTO

REKTOR Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Profesor Komaruddin Hidayat menjelaskan, pahlawan itu yang berfikir dan berbuat sehingga berhasil membela kepentingan masyarakat banyak dengan semangat kemanusian yang tinggi. Termasuk pahlawan kemerdekaan.

Menurutnya, pahlawan kemerdekaan telah berjuang dengan pikiran, tenaga, dan jiwanya untuk membela bangsa ini dari penindasan penjaja, sehingga menghantarkan bangsa ini merdeka.

"Karena pahlawan kemerdekaan itu bangsa ini menjadi republik yang utuh. Ya, rumah kita bersama saat ini," terang Komaruddin saat dimintai keterangan di Jakarta, Jumat (9/11).

Oleh karena itu, lanjutnya, pahlawan kemerdekaan harus dikenalkan dari generasi ke generasi. Sehingga semua generasi di negara ini bisa mengambil contoh yang baik untuk kehidupan mereka.

"Menurut hemat saya harus dikenalkan," ujarnya Komaruddin.

Selain itu, pahlawan saat ini berdasarkan amatannya mulai berkembang lagi, yaitu orang yang berjasa berhasil membela masyarakat dalam bidang-bidang yang semakin beragam.

Kamaruddin mengaku, kalau pahlawan dulu fokus di bidang kemerdekaan, sekarang banyak pahlawan yang lahir di bidang ilmu pengetahuan.

"Misalnya yah, orang yang menemukan ilmu pengetahuan yang ilmunya bermanfaat untuk membela kemanusian. Contohnya seperti orang-orang yang menerima nobel itu. Nah, mereka adalah pahlawan juga," ungkapnya.

Di Indonesia sendiri, kata Komaruddin, mestinya diangkat, dihargai, dan didorong pahlawan - pahlawan seperti itu.

"Di Indonesia ada, tapi belum optimal. Bidang keilmuan ini. Jadi pahlawan yang menemukan itu pun belum dapat sentuhan yang serius dari negara," tegasnya.

Tidak hanya itu, pahlawan dalam pengembangan teknologi. Dalam skala yang kecil, sesungguhnya banyak pahlawan.

Misalnya, kata Komaruddin, orang yang menemukan teknologi perairan sehingga menciptakan listrik untuk rakyat.

"Kan banyak seperti itu. Kan ada beberapa desa yang kemudian mereka dengan memanfaatkan sungai, air. Ini menurut hemat saya yang perlu kita hargai. Paling tidak pemerintah daerah. Karena negara ini bukan hanya pusat. Negara ini kan sudah dibagi-bagi, kabupaten, kota, dan provinsi itu juga negara," paparnya.

Kategori pahlawan saat ini banyak sekali. Misalnya, lanjut Komaruddin, pahlawan di bidang penghijauan, sains, yang mereka kemudian menciptakan lapangan kerja.

Misalnya, CEO Gojek Nadiem Makarim yang menciptakan lapangan kerja bagi orang banyak. Itu menurut hematnya, orang-orang yang masuk ke dalam kategori pahlawan dalam arti dia bisa berfikir menyelesaikan problem masyarakat.

"Kalau dulu kan negara, setelah negara jadi sesungguhnya yang dibela sekarang rakyat, warganya. Jadi pahlawan itu pembela warganya sekarang memajukan dengan pelbagai bidang yang beragam," jelasnya.

Dengan demikian, tambah Komaruddin, sekarang ini pemerintah hendaknya secara berencana memfasilitasi tumbuhnya pahlawan - pahlawan itu. Dan pesan generasi muda, jangan jadi orang yang berbakat di bidang ilmuan kemudian tidak berguna, orang yang punya usaha harus membantu masyarakat.

"Tentu harus dibantu pemerintah sehingga hasilnya itu nyata. Karena dengan hasil nyata itu anak muda punya roel model dan stimulasi. Sebab kalau tidak nanti mereka cari pahlawan nanti di dunia fiksi. Kayak kartun, super hero dan lainnya. Padahal pahlawan itu yang real berguna untuk semua orang banyak. Jadi perlu roel model," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More