Indonesia dan Perwakilan PBB Rayakan UN Day Ke-73

Penulis: Antara Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 21:05 WIB Internasional
Indonesia dan Perwakilan PBB Rayakan UN Day Ke-73

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

KANTOR Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jakarta bersama Kementerian Luar Negeri RI memperingati Hari PBB atau United Nations (UN) Day ke-73 dengan mengadakan kegiatan talkshow dan pameran foto bertema 'UN and Us: Enggaging People in the Realizing of 2030 Sustainable Development Agenda' di Museum Nasional.

"Saya sangat menyukai tema peringatan UN Day hari ini, 'UN and us'. Tema ini mencerminkan tidak ada 'gap' (jarak) antara PBB dan kita. Karena memang keberadaan PBB harus dapat dirasakan oleh kita semua," kata Menlu RI Retno LP Marsudi di Jakarta, Jumat (9/11).

Retno mendorong agar PBB dapat menjadi lebih diterima (relatable) dengan masyarakat umum. Untuk itu, menurut dia, PBB perlu menjadi badan internasional yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Dengan membuat PBB lebih dapat diterima oleh masyarakat, kita bisa memastikan hasil kerja PBB juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar dia.

Pada kesempatan itu, Menlu Retno juga menekankan pentingnya menjaga kerja sama dan sinergi antarnegara dalam upaya mencapai pembangunan global yang inklusif dengan menegakkan prinsip 'kemakmuran untuk semua dan tidak ada yang tertinggal'.

"Keberpihakan menjadi sangat penting dalam hubungan internasional, keberpihakan terhadap kelompok rentan, keberpihakan terhadap kepentingan negara-negara berkembang dan negara tertinggal, keberpihakan terhadap negara-negara kepulauan kecil, keberpihakan terhadap perempuan dan anak-anak," ucapnya.

Menlu RI berharap PBB yang telah memasuki usia 73 tahun dapat semakin menjadi badan internasional yang dapat mewujudkan perdamaian, kemakmuran dan keadilan bagi semua.

"Saya berharap di tahun yang ke-73, PBB bisa lebih dekat dengan kita. Kita dan PBB bekerja sama bergandengan tangan untuk dunia yang lebih baik," ujar Retno. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More