Mulai Tetapkan Atlet Prioritas

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 21:01 WIB Olahraga
Mulai Tetapkan Atlet Prioritas

ANTARA FOTO

DENGAN hasil yang diperoleh di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 pada awal November lalu, tim nasional angkat besi sedikit banyak telah menemukan kerangka atlet yang akan diprioritaskan menuju Olimpiade Tokyo 2020. Dari hasil kejuaraan yang berlangsung di Ashgabat, Turkmenistan tersebut, sebanyak 4 atlet berhasil menduduki peringkat 8 besar, dan satu diantaranya mampu menyumbangkan gelar bagi Indonesia.

Adalah Eko Yuli Irawan, Juara Dunia yang mengharumkan nama Indonesia di kelas 61 kg. Adapun, tiga wakil lain, yaitu Deni menduduki posisi 8 di kelas 67 kg putra, Sri Wahyuni Agustiani di posisi 7 dari kelas 49 kg putri, dan Acchedya Jagaddhita di posisi 8 dari kelas 59 kg putri.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar, Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi, Seluruh Indonesia, Joko Pramono mengatakan, pihaknya menargetkan 6 lifter lolos ke Olimpiade 2020. Sejauh ini, empat atlet yang sudah menembus 8 besar Kejuaraan Dunia akan terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan pra kualifikasi Olimpiade selanjutnya.

"Yang pasti masih ada beberapa event yang kita bisa perjuangkan untuk meraih kuota lagi, masih ada 6 event yang akan kita ikuti dan semua akan kita coba perbaiki prestasinya, sekarang sudah meraih pun harus ikut ketentuan, tidak seperti dulu, sekali dapat kuota sudah bisa santai sekarang tidak bisa. Kita harus tetap mengikuti tiap kejuaraan agar peringkat kita tidak turun dan tersusul oleh negara lain," ujar Joko ketika dihubungi media di Jakarta kemarin.

Joko mengatakan, selain empat atlet tersebut, satu atlet yang juga diprediksi dapat menembus Olimpiade 2020 adalah I Ketut Ariana. I Ketut sebelumnya batal turun di kelas 77 kg ASian Games 2018 karena mengalami cedera bahu.

Namun, menurut Joko, kondisi Ketut sudah berangsur membaik dan akan pulih sepenuhnya dalam waktu 1 bulan ke depan.

"Kemungkinan I Ketut yang akan kita arahkan juga menuju Olimpiade, kondisinya juga sudah membaik dan bisa turun di Kejuaraan Nasional Angkat Besi bulan depan. Nanti akan kita lihat turnamen pra kualifikasi Olimpiade yang bisa diikuti Ketut tahun depan," tandasnya.

Selain Ketut, atlet yang berpartisipasi dalam ajang Kejuaraan Nasional 2018 juga turut dipantau. Menurut Manajer PABBSI, Sony Kasiran, atlet yang dipromosikan dari Kejurnas juga berpeluang diarahkan ke Tokyo.

"Dari Kejurnas juga mungkin ada yang bisa dipromosikan, karena Kejuaraan Nasional kami kan bukan abal-abal, sehingga cukup untuk dijadikan seleksi atlet. Nanti, kan tinggal moles sedikit, kalau ternyata kita lihat sesuai maka akan kita support, sementara kalau gap angkatannya terlalu jauh ya engga akan kita support," tambahnya.

Untuk menuju ke Olimpiade, PB PABBSI telah menyusun program pelatihan nasional mereka. Menurut Sony, terdapat 6 Kajuaraan yang akan diikuti atlet angkat besi di sepanjang 2019 hingga 2020.

Beberapa kejuaraan inti yang harus diikuti Eko dan kawan-kawan adalah Kejuaraan ASia Angkat Besi 2019 yang bergulir pada 20-40 April mendatang, dan Kejuaraan Dunia ANgkat Besi di Pattaya pada 19-25 September mendatang. Bagi atlet muda yang berpeluang, kemungkinan diturunkan di Kejuaraan Dunia Junior pada 1-8 Juni di Fiji dan Kejuaraan Asia Junior pada 20-27 Oktober 2018 di Pyeongyang.

"Kami sudah ajukan proposalnya ke Kemenpora. Kalau bisa memang atlet yang sudah diproyeksikan ke Olimpik ikut di semua kejuaraan itu, tetapi nanti akan kita lihat lagi peluangnya seperti apa," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More