Marcus/Kevin Buka Peluang Tambah Gelar

Penulis: Nurul Fadilah Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 03:00 WIB Olahraga
Marcus/Kevin Buka Peluang Tambah Gelar

ANTARA FOTO/Humas PBSI

INDONESIA menyisakan dua wakil di turnamen Tiongkok Terbuka Fuzhou 2018. Dari enam wakil yang lolos babak perempat final hanya ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang sukses melangkah  ke babak semifinal turnamen level Super 750.

Marcus/Kevin yang telah mengoleksi tujuh gelar juara semakin membuka peluang menambah gelar juara. Pada   babak perempat final di Fuzhou, Tiongkok, semalam, mereka mengalahkan wakil Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dengan skor 22-20, 21-17 dalam waktu 40 menit.

Di semifinal, unggulan pertama dari Indonesia itu akan bertemu pemenang pertandingan antara pasangan Tiong­kok Liu Cheng/Zhang Nan yang menjadi unggul­an ketiga dan pasangan Taiwan  Liao Min Chun/Su Ching Heng. Kesuksesan juga dipetik pasangan  Ahsan/Hendra dengan  menumbangkan pasangan India Satwiksairaj/ Rankireddy/Chirag Shetty dengan rubber game  21-11, 16-21, 21-12.

Untuk bisa menembus babak final, Ahsan/Hendra harus mengalahkan pasangan tangguh dari Tiongkok He Jiting/Tan Qian. He Jiting/Tan Qian melaju ke babak empat besar setelah mengalahkan rekan satu negara mereka, Li Junhui/Liu Yuchen, yang menjadi unggul­an kedua dengan 21-15, 14-21, 21-19.  

Pemain lain berguguran
Sebelumnya, wakil Indonesia satu per satu berguguran. Di sektor ganda campuran, unggulan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus mengakhiri perjuangan mereka setelah dikalahkan wakil tuan rumah He Jiting/Du Yue, dengan skor 18-21, 19-21.

Senasib dengan Tontowi/Lili­yana, Praveen Jordan/Melayi Daeva Oktavianti juga tumbang dari wakil tuan rumah Wang Yilyu/Huang Dongping. Setelah melalui pertandingan sengit selama 1 jam, Praveen/Melati menyerah dari unggulan kedua tersebut dengan skor 21-18, 16-21, 14-21.

Ganda putri satu-satunya Greysia Polii/Apriyani Raha­yu juga terhenti. Unggulan keempat turnamen tersebut gagal mengatasi perlawanan Korea, Lee So Hee/Shin Seung Chan, setelah duel ketat dalam waktu 1 jam 9 menit yang berakhir dengan skor 17-21, 21-17, 18-21.

Begitu pula dengan wakil tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting. Anthony gagal membalas kekalahannya atas Shi Yuqi, pemain asal Tiongkok, yang mengalahkannya di Asian Games 2018. Pada pertandingan berdurasi 62 menit, Anthony takluk dengan skor 21-16, 14-21, dan 14-21.

“Shi bermain dengan pertahanan lebih rapat di game kedua dan game ketiga. Saya malah banyak memberikan dia kesempatan menerapkan pukulan yang memang menjadi keunggulannya. Selain itu, saya kurang sabar, sudah banyak dapat poin, cepat juga kehilangan poin lagi,” ungkap Anthony.

“Soal stamina, hari ini tidak ada masalah, mungkin power pukulan yang harus ditingkatkan lagi. Beberapa kami smes saya sudah diantisipasi oleh lawan,” tambah Anthony.

Di sisi lain, target lolos ke babak semifinal akhirnya berhasil dicapai tim Indonesia pada pertandingan beregu BWF World Junior Championships 2018.

Pada babak perempat final, Indonesia yang juara grup H memetik kesuksesan dengan mengantongi kemenangan 3-0 atas tim Denmark dari grup G, Kamis (8/11) waktu setempat.

Kini para junior Indonesia bersiap untuk menghadapi lawan selanjutnya di empat besar. Tim ‘Merah Putih’ muda akan melawan tim tangguh Korea Selatan, pada turnamen yang berlangsung di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada. (R-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More