Isu Pembakaran Bendera Tidak Perlu Diperpanjang

Penulis: Antara Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 20:53 WIB Politik dan Hukum
Isu Pembakaran Bendera Tidak Perlu Diperpanjang

Thinkstock

ISU pembakaran bendera di Garut diharapkan tidak lagi berkembang setelah para pemimpin ormas Islam dan pemerintah mencapai kesepakatan dalam dialog di Kemenkopolhukam, Jakarta, hari ini.

Direktur Jenderal Pemerintahan dan Politik Umum Kemendagri Soedarmo di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, mengatakan dialog antara pemerintah dan para pemimpin ormas memang bertujuan agar isu awal pembakaran dari Garut tidak berkembang ke tempat lain.

"Ini kan masalahnya tahun politik. Jadi kalau ada segala sesuatu, ada persoalan tidak kita segera selesaikan maka kita khawatir menjadi berkembang," kata Soedarmo.

Pertemuan itu merupakan upaya pemerintah melakukan kanalisasi agar isu yang sebenarnya masalah lokal tidak berkembang ke tempat lain sehingga mengancam keamanan menjelang Pemilu 2019.

Soedarmo berpendapat perkara pembakaran bendera bukan merupakan masalah genting, tetapi pemerintah harus bergerak begitu ada persoalan agar cepat selesai.

Selain untuk menghentikan isu sesama pemeluk agama Islam itu, pertemuan antarormas Islam dinilai perlu secara rutin digelar untuk menjalin silaturahim dan menghindari kesalahpahaman.

Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan ormas, khususnya ormas yang terdaftar, baik di Kemenkumham, Kemendagri mau pun Kemenlu. "Jadi tetap menjelang tahun-tahun politik, keamanan ini selalu kondusif, itu yang kita harapkan," ucap dia.

Ada pun kesalahpahaman yang telah diluruskan dalam dialog itu adalah tentang bendera bertuliskan kalimat tauhid dalam bahasa arab yang dibakar.

Pembakar dan pembawa merasa bendera yang dibakar adalah bendera organisasi HTI yang telah dibubarkan, dalam konteks hukum pun memandang bendera tersebut merupakan bendera HTI, sementara dalam konteks akidah bendera tersebut adalah bendera tauhid yang tidak boleh dibakar. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More