Indonesia Ajak Negara Lain Belajar Industri 4.0

Penulis: (Fer/E-2) Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 02:15 WIB Ekonomi
Indonesia Ajak Negara Lain Belajar Industri 4.0

Antara

MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto mengajak pemerintah dan pelaku industri di negara berkembang untuk melihat dan belajar pengembangan revolusi industri ke-4 di Indonesia.

“Kita mengundang mereka untuk melihat bahwa kita sudah bisa memberikan beasiswa kepada negara-negara lain. Kita juga bekerja sama, termasuk dalam pengembangan program dengan UNIDO,” kata Airlangga, pada Konferensi Regional Pembangunan industri ke-1 di Hotel Anvaya, Bali, Jumat (9/11).

UNIDO adalah singkatan dari Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebuah badan khusus PBB yang didirikan untuk mempromosikan dan mempercepat perkembangan industri di negara-negara berkembang serta negara-negara yang sedang dalam masa transisi ekonomi, serta untuk mempromosikan kerja sama industrial internasional. UNIDO bermarkas di Vienna, Austria.

Dalam pertemuan itu, Kemenperin  menandatangani kerja sama dengan UNIDO. Kata Airlangga, pihaknya melihat sektor lain yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan, termasuk di dalamnya pengembangan industri plastik atau packaging berbasis pohon singkong yang telah ada di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Kemenperin juga memaparkan mengenai ekonomi berkelanjutan atau circular economy, kemudian mengenai inclusiveness keterlibatan small medium enterprise dalam pengembangan revolusi industri keempat ini.

Menurut dia, program-program ini terus akan didorong karena Indonesia sudah membuat road map making Indonesia 2030. “Kita menjadi salah satu dari tidak banyak negara ASEAN yang sudah membuat road map dan kami juga menyediakan diri beberapa pilot project di Indonesia untuk dilihat oleh negara lain,” terangnya.

Konferensi Regional Pembangunan Industri yang digelar di Bali dihadiri perwakilan dari 27 negara berkembang di kawasan Asia Pasi­fik, yakni Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Korea Utara, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Timor Leste, dan Vietnam.
Bagi Indonesia, penerapan revolusi­ industri ke-4 diharapkan dapat merevitalisasi dan meng­akselerasi pertumbuhan sektor industri manufaktur, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mendorong ekspor produk industri, serta membuka 10 juta lapangan kerja baru. (Fer/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More