Koridor I Transjakarta Akan Terintegrasi dengan MRT

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 20:27 WIB Megapolitan
Koridor I Transjakarta Akan Terintegrasi dengan MRT

MI/ANGGA YUNIAR

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta akan mengintegrasikan koridor I Transjakarta dengan moda raya transit (MRT) fase I. Transjakarta akan membangun kembali Halte Bundaran Hotel Indonesia yang terintegrasi dengan Stasiun MRT.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jalur Transjakarta rute Blok M-Kota dan MRT Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia harus menjadi contoh integrasi dua moda yang berada di bawah payung Jak Lingko. Pernyataan Anies sekaligus menepis isu bahwa pemerintah bakal menghapus koridor I Transjakarta ketika MRT mulai beroperasi Maret tahun depan.

"Belum ada (rencana), nanti. Jangan buru-buru hapus. Ini bukan soal hapus atau tidak, tetapi bagaimana kebutuhan semua warga terfasilitasi," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (9/11).

Pemprov DKI justru tengah melakukan kajian untuk mengintegrasikan koridor I Transjakarta dan MRT dengan moda transportasi lain, misalnya bus kecil atau angkutan kota (angkot) melalui program Jak Lingko.

Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph mengatakan dalam waktu dekat akan dibangun Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia. Halte ini akan terhubung dengan Stasiun MRT Bundaran HI, sekaligus menjadi contoh integrasi kedua jenis moda transportasi ini.

Halte Bundaran HI tersebut sebelumnya pernah ada namun dibongkar karena adanya pembangunan konstruksi bawah tanah (underground) MRT.

"Halte Transjakarta baru akan terintegrasi dengan stasiun MRT Bundaran HI. Ini merupakan contoh integrasi fasilitas paling ideal sehingga dapat ditiru untuk pembangunan MRT fase II (Bundaran HI-Kampung Bandan)," ujar Joseph,

Koridor I Transjakarta Blok M-Kota merupakan jalur paling padat atau paling gemuk di antara 13 koridor lain. Ada 25 rute bus rapid transit (BRT) yang lalu-lalang di koridor I setiap hari. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More