Istilah Genderuwo Ditujukan Bagi Politisi Penjual Ketakutan

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 20:25 WIB Politik dan Hukum
Istilah Genderuwo Ditujukan Bagi Politisi Penjual Ketakutan

MI/Supardji Rasban

PRESIDEN Joko Widodo mengkritik politisi yang menjual ketakutan dan krisis kepada masyarakat demi meraih puncak kekuasaan. Ia menyebut istilah politik genderuwo saat memberikan sambutan di pembagian sertifikat untuk warga Kabupaten Tegal di GOR Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Jumat (9/11).

Perhelatan demokrasi semestinya menjadi adu program dan menjadi pesta yang dirayakan bersama semua masyarakat. Tidak semestinya politisi menakut-nakuti masyarakat dan menimbulkan keragu-raguan.

Pengat komunikasi politik Universitas Indonesia Ari Junaedi menilai, sindiran Presiden ditujukan kepada politisi-politisi yang kerap melempar pernyataan tanpa basis data yang kuat.

"Yang menjadi sorotan Jokowi ialah politisi-politisi yang mengomentari sesuatu lebih banyak menggunakan emosional, tidak berbasis pada data," ujarnya, Jumat (9/11).

Politisi-politisi tersebut, sambung Ari kerap melempar komentar menjual ketakutan. Misalnya, mereka menggambarkan negara tengah di ambang kehancuran saat dollar menguat hingga Rp15 ribu.

"Namun, begitu rupiah menguat, mereka ini diam-diam saja. Sama seperti genderuwo, kadang muncul, kadang tidak," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More