Defisit Transaksi Berjalan dalam Batas Aman

Penulis: (Aya/E-2) Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 01:30 WIB Ekonomi
Defisit Transaksi Berjalan dalam Batas Aman

Antara Foto

DEFISIT transaksi berjalan (current account deficit/CAD) triwulan III 2018 meningkat jika dibanding dengan triwulan II. Kemarin, Bank Indonesia (BI) merilis defisit transaksi berjalan triwulan III sebesar US$8,8 miliar atau 3,37% dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu lebih tinggi daripada defisit triwulan sebelumnya sebesar US$8,0 miliar atau 3,02% dari PDB.

“Dengan perkembangan itu, secara kumulatif defisit neraca transaksi berjalan hingga triwulan III 2018 tercatat 2,86% dari PDB sehingga masih berada dalam batas aman,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, melalui keterangan tertulis, Jumat (9/11).

Peningkatan defisit transaksi berjalan itu, kata dia, dipengaruhi penurunan kinerja neraca perdagangan barang dan meningkatnya defisit neraca jasa. Penurunan kinerja neraca perdagangan barang terutama dipengaruhi oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas.
Peningkatan defisit neraca perdagangan migas terjadi seiring dengan meningkatnya impor minyak di tengah naiknya harga minyak dunia. “Defisit neraca transaksi berjalan yang meningkat juga bersumber dari naiknya defisit neraca jasa, khususnya jasa transportasi, sejalan dengan peningkatan impor barang dan pelaksanaan kegiatan ibadah haji.”

Meski demikian, defisit neraca transaksi berjalan yang lebih besar tertahan oleh meningkatnya pertumbuhan ekspor produk manufaktur dan kenaikan surplus jasa perjalanan seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, antara lain terkait penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang, pertengahan Agustus lalu.

Dalam laporan itu, BI juga mencatat transaksi modal dan finansial pada triwulan III surplus US$4,2 miliar, didukung meningkatnya aliran masuk investasi langsung. Selain itu, aliran dana asing pada instrumen surat berharga negara dan pinjaman luar negeri korporasi juga kembali meningkat. Meskipun demikian, surplus transaksi modal dan finansial itu belum cukup untuk membiayai defisit transaksi berjalan sehingga Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2018 mengalami defisit sebesar US$4,4 miliar.

“Koordinasi yang kuat dan langkah yang telah ditempuh pemerintah bersama dengan Bank Indonesia untuk mendorong ekspor dan menurunkan impor, diyakini akan berdampak positif dalam mengendalikan defisit transaksi berjalan tetap berada di bawah 3%,” ujarnya. (Aya/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More