Pariwisata Bali Tertibkan Agen Ilegal

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 01:15 WIB Nusantara
Pariwisata Bali Tertibkan Agen Ilegal

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

MARAKNYA usaha pariwisata ilegal di Bali sudah menjadi rahasia umum dalam beberapa tahun belakangan ini. Untuk menghindari dampak buruk, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan surat resmi kepada seluruh bupati dan wali kota di Bali perihal penertiban usaha yang merugikan Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia itu.

Surat dengan nomor 556/4227/IV/Dispar yang ditandatangani gubernur itu dikeluarkaan dalam rangka menindaklanjuti Surat Ketua DPRD Provinsi Bali Nomor 556/2843/DPRD tertanggal 31 Oktober 2018 tentang rekomendasi kepada Gubernur Bali untuk melakukan penertiban terhadap usaha pariwisata seluruh Bali yang merugikan Bali.

Dalam surat tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster meminta kepada seluruh bupati dan wali kota serta jajarannya untuk memperhatikan beberapa hal penting, seperti penyelenggaraan pariwisata Bali harus dijaga kualitas dan keberlanjutannya.

Kedua, para bupati, wali kota, dan jajarannya segera melakukan penertiban secara tegas terhadap usaha akomodasi, perjalanan wisata dan perdagangan yang berpraktik tidak sehat, serta melanggar peraturan. Terakhir, pihak berwenang agar tidak segan-segan menutup usaha pariwisata yang telah terbukti melanggar peraturan.

Terkait dengan surat Gubernur Bali, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali Dewa Mahendra menjelaskan surat tersebut sebagai upaya mencegah penjualan pariwisata Bali secara murah oleh para guide liar asal Tiongkok yang menjadi tren pemberitaan selama ini.
Gubernur sangat serius memperjuangkan pariwisata Bali. Berbagai upaya dilakukan, seperti sidak ke beberapa toko yang mempekerjakan warga Tiongkok secara ilegal, sidak ke travel agen atau agen perjalanan yang sering berpraktek ‘jual kepala’ secara murah dan sebagainya. Upaya tersebut dirasa belum lengkap, sehingga gubernur minta agar seluruh kabupaten/kota di Bali melakukan hal yang sama bersama jajarannya dan bertindak tegas.

Target Jawa Tengah
Sebanyak 45 juta wisatawan domestik dan 1,2 juta wisatawan asing ditargetkan berkunjung ke Provinsi Jawa Tengah pada 2019 nanti. Untuk mencapai angka yang lumayan besar itu Jateng mengandalkan banyaknya event dan destinasi wisata yang eksotis. Berbagai lokasi wisata tengah dibenahi dan memasuki 2019 diharapkan rampung.

Di Kota Semarang, beberapa destinasi wisata masih dibenahi, seperti Kota Lama Semarang yang menelan anggaran Rp200 miliar atau meningkat jika dibandingkan dengan rencana, Rp156 miliar. Berikutnya di Salatiga menambah lokasi wisata baru Kampung Wisata Pancuran.

Demikian di daerah Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati, Grobogan, dan Blora juga terus berbanah dan menambah objek wisata baru serta membuat event-event menarik. “Kita terus benahi dan promosikan objek wisata baru dan lama sehingga tahun-tahun mendatang jumlah wisatawan ke sini bertambah,” kata Bupati Pemalang Junaidi.

Kabid Pengembangan SDM dan Parekraf, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Trenggono mengakui target kunjungan wisatawan pada 2019 ditingkatkan dari tercapai 41 juta wisatawan domestik dan 718 ribu wisatawan asing pada 2018. (AS/LD/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More