Jokowi Bagikan 3.000 Sertifikat di Tegal

Penulis: Supardji Rasban Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 19:55 WIB Nusantara
Jokowi Bagikan 3.000 Sertifikat di Tegal

MI/Supardji

PRESIDEN Joko Widodo kembali membagikan sertifikat kepada warga. Kali ini, ada 3.000 lembar sertifikat tanah dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11).

Pembagian sertifikat tersebut dilakukan langsung Jokowi, di GOR Trisanja, Slawi. Pembagian sertifikat tanah yang merupakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebelumnya juga pernah dibagikan Presiden di Kabupaten Tegal pada Januari 2018.

Jokowi menyebut dengan memiliki sertifikat tanah, berarti warga sudah mengantongi tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

"Kalau ada sertifikat kan enak, sudah jelas karena ini adalah tanda bukti hukum," ujar Presiden.

Dia menyampaikan target pada 2023 seluruh masyarakat Kabupaten Tegal sudah memiliki sertifikat.

"Insya Allah tahun depan 60.000 sertifikat untuk masyarakat Kabupaten Tegal," terangnya.

Jokowi mengingatkan penerima sertifikat supaya bijak dalam menggunakan atau memanfaatkan sertifikat tanah tersebut sekaligus berharap masyarakat menggunakan sertifikat untuk keperluan yang positif, seperti investasi, modal usaha, maupun modal kerja.

"Tetapi sebelum pinjam ke bank, tolong untuk dikalkulasi serta dihitung terlebih dahulu. Hitung benar kemampuan untuk mengangsur cicilannya," ucapnya.

Salah satu penerima sertifikat tanah, Sri Rahayu, warga Desa Wangandawa, mengaku senang akan hadirnya program sertipikat tanah ini.

"Saya akan membuka usaha kecil-kecilan untuk menambah penghailan," tutur Sri Rahayu.

Ikut menyaksikan pembagian sertifikat yakni Bupati Tegal, Umi Azizah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Joko Widodo Mulyono, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang RI/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More