Mahalnya Ikan Bisa Pengaruhi Kunjungan di Labuan Bajo

Penulis: (JL/N-1) Pada: Sabtu, 10 Nov 2018, 01:00 WIB Nusantara
Mahalnya Ikan Bisa Pengaruhi Kunjungan di Labuan Bajo

ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

TINGGINYA harga ikan laut di kota pariwisata Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, membuat sejumlah warga dan penjual ikan di sana mengeluhkan­ ulah pengepul besar yang seenaknya mematok harga tinggi. Tingginya harga ikan di sana juga dikhawatirkan bisa memengaruhi angka kunjungan wisata.

Keluhan para konsumen dan penjual ikan itu direspons Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Manggarai Barat, Blasius Janu Pandur, dan meminta pihak terkait, terutama pemerintah daerah setempat untuk menertibkan hal yang tidak wajar itu.

“Bagaimana harga ikan tidak selangit, di perairan Komodo, Labuan Bajo ini ada empat pengepul besar. Dua pengepul bermodal besar asal Sulawesi dan dua lainnya dari Bima Nusa Tenggara Barat. Mereka memberi modal dengan sistem ijon kepada para nelayan sehingga hasil tangkapan dan harganya dikendalikan oleh mereka,” terang Blasius.

Untuk itu, pemda didesak segera memotong mata rantai tersebut sehingga nelayan merasa tenang dan tidak terbebani saat melaut. Adapun, sistem yang berjalan saat ini, nelayan hanya mendapat 15% dari hasil penjualan ikan tangkapannya.

Siti Nirmala, penjual ikan di Pasar Batu Cermi,n mengatakan ikan yang dijualnya merupakan dari tangan ke empat. Satu bak ikan dipatok seharga Rp.1.200.000 dan yang termasuk mahal, sehingga dia hanya mengambil keuntungan kecil agar ikannya terbeli masyarakat.
“Ya yang jelas harga tinggi karena ada rentenir besar menguasai semua ikan milik nelayan,” katanya.

Siti berharap pihak berwenang membantu meringankan keluh kesah pembeli dan nelayan di Labuan Bajo. Harus ada patokan harga sesuai jenis ikan. Bayangkan, imbuhnya, ikan di daerah ini melimpah tetapi harganya sangat mahal karena dikuasai rentenir.

Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai Barat Dominikus Yakel berjanji akan memotong matarantai pengepul besar yang memonopoli ikan Labuan Bajo. Dia juga khawatir hal ini juga akan memengaruhi kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo karena mahalnya hidangan lautnya. (JL/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More