Guru Muhammadiyah Diminta Bangkitkan Kembali Idealisasi Guru

Penulis: Ferdinand Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 18:25 WIB Nusantara
Guru Muhammadiyah Diminta Bangkitkan Kembali Idealisasi Guru

MI/ARDI TERISTI HARDI

KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta guru Muhammadiyah membangkitkan kembali idealisasi guru. Permintaan itu disampaikan Haedar pada acara Rembug Nasional Forum Guru Muhamadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (9/11).

"Idealisasi guru adalah sesuatu yang mahal, rawatlah supaya menjadi oase ketika bangsa ini butuh teladan," katanya.

Guru, jelas Haedar, merupakan sosok kedua yang mendapatkan tempat dalam diri setiap orang setelah orang tua. Keberhasilan seseorang selain karena didikan orangtua, juga buah kerja keras guru.

Oleh karena itu, PP Muhammadiyah sangat berharap hasil rembug nasional ini akan membawa peningkatan signifikan bagi posisi guru Muhammadiyah di negeri ini.

Jika dalam situasi dan kondisi susah saja guru Muhammadiyah bisa menjadi sosok unggul, maju, dan mencerahkan. Apalagi di jaman ini, dimana segala sesuatunya sudah lebih baik.

"Jangan sampai ketika keadaan lebih baik, guru tidak bisa menunjukkan idealisasi," katanya.

Dalam Islam, guru bukanlah sekedar orang yang mengajarkan pengetahuan. Ia juga merupakan sosok yang harus mampu memberikan teladan. Islam, mengajarkan umatnya untuk menjadi pendidik yang sebenarnya.

"Jadi mohon dalam acara ini, selain masalah kesejahteraan bincangkan juga idealisasi dan nilai-nilai ideal seorang guru," kata Haedar. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More