Ukuran Kios Sementara Sempit, Pedagang Pasar Atas Cimahi Protes

Penulis: Depi Gunawan Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 18:20 WIB Nusantara
Ukuran Kios Sementara Sempit, Pedagang Pasar Atas Cimahi Protes

MI/Depi Gunawan

SEJUMLAH pedagang Pasar Atas Barokah (PAB) Kota Cimahi, Jawa Barat, protes terkait luas relokasi pasar sementara yang dinilai terlalu sempit karena setiap pedagang hanya mendapat jatah kios berukuran 2 meter x 2 meter yang akan mulai ditempati pada 15 November mendatang.

Para pedagang juga mempertanyakan sisi keamanan, pasalnya setiap kios hanya ditutup dengan triplek sehingga rawan terjadi pencurian barang.

"Ya jelas dirugikan, tapi kami juga enggak punya pilihan lain, terpaksa harus pindah agar pembangunan pasar cepat selesai," kata seorang pedagang di PAB, Siti Aisyah, 43, Jumat (9/11).

Dengan ukuran kios yang hanya seadanya, lanjut dia, barang dagangan tidak bisa disimpan semua ke dalam kios, padahal saat ini sedang musim hujan. Siti pun terpaksa menerima kondisi pasar sementara itu daripada tidak bisa berjualan.

"Barang bisa rusak karena kehujanan. Supaya aman, saya mesti tambah modal buat ganti pintu kios dan pasang dobel tripek," ujarnya.

Pedagang lainnya, Oyib, 69, bernada sama. Menurut dia, pedagang yang dulunya memiliki dua kios atau lebih, kini setelah direlokasi hanya menerima satu kios saja.

"Sekarang, tiap pedagang hanya mendapat jatah satu kios. Kalau begitu, nanti barang-barang mau disimpan di mana, sementara gudang penyimpanan barang juga tidak disediakan," bebernya.

Meski demikian, Oyib mengakui proses pembagian kios yang dilakukan dengan cara diundi dianggap lebih transparan dan adil. Karena jika asal tunjuk, para pedagang pasti banyak yang memilih kios di pinggir jalan sebab lebih mudah diakses oleh pembeli.

"Kalau disuruh memilih sendiri, nanti antar pedagang pasti saling berebut, semua pedangan pilih kios yang posisinya lebih strategis," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, Siti Rosida, mengakui, kios yang dibangun untuk kebutuhan relokasi kondisinya terbatas.

"Saya menyampaikan apa adanya sesuai rencana, kios ukuran 2 meter x 2 meter. Ini terkait juga dengan anggaran yang disediakan dan umur relokasi tidak terlalu lama, mudah-mudahan bisa cukup menampung semua pedagang," ungkapnya.

Pihaknya hanya mengakomodasi pedagang yang memiliki izin penggunaan kios (IPK) dan aktif berdagang. Pengundian kios relokasi diatur oleh pedagang dan dilakukan secara terbuka.

"Meski protes, tapi kelihatannya mereka bersedia menerima apa adanya. Kami menyadari apa yang dibuat tidak memuaskan, tapi mudah-mudahan semua pedagang bisa bekerja sama," jelasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More