Anies Targetkan 95 Persen Wilayah Jakarta Terjangkau Transportasi Umum

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 17:09 WIB Megapolitan
Anies Targetkan 95 Persen Wilayah Jakarta Terjangkau Transportasi Umum

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menginginkan jangkauan transportasi umum di Jakarta mencapai 95%. Saat ini, transportasi umum baru menjangkau 68% wilayah Ibu Kota.

Anies menuturkan bakal mulai memperluas jangkauan transportasi umum hingga ke kampung pada 2019.

"Sekarang harus dibangun kendaraan mikro kecil sampai di kampung, itu akan dikebut," kata Anies, Jumat (9/11).

Anies menambahkan, saat ini transportasi umum kebanyakan dapat diakses di jalan protokol, seperti adanya penambahan rute bus Transjakarta, pembangunan light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT).

Warga Jakarta, lanjut Anies, tak hanya butuh peningkatan akses transportasi umum di jalan protokol, tetapi hingga ke kampung-kampung.

"Sekarang kita membangun Jak Lingko karena ingin mengintegrasikan semua moda transportasi. Kita ingin menjangkau semua wilayah di Jakarta," ucap Anies seusai acara.

Baca Juga:

MRT Jakarta dan Penantian Transportasi Setara Kota Modern Dunia

 

Menurut Anies, rute angkutan massal di Jakarta tidak berubah sejak 1990-an.

 

"Kendaraan umum massal kita tidak mengalami perubahan transformasi, bahkan rutenya, sejak tahun 1990-an. Bapak Ibu yang sering ke Jakarta sejak zaman kuliah dulu, rute busnya masih sama tidak sampai sekarang? Sama," tuturnya.

Salah satu yang dicontohkan adalah kawasan Blok M yang masih disebut sebagai terminal sejak dulu hingga kini. Padahal, kondisi Blok M dulu dan kini berbeda. Blok M dijadikan lokasi terminal karena dulu termasuk pinggiran Jakarta. Namun seiring pertumbuhan Ibu Kota, Blok M justru termasuk pusat Jakarta.

"Terminal itu kalau di ujung, kalau sebelumnya itu namanya halte. Blok M itu terminal bukan? Ya dulu terminal, hari ini tidak. Blok M sekarang di tengah."(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More