Cegah Generasi Muda Gunakan Narkoba, Emil Bangun Pusat kreativitas

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 16:15 WIB Nusantara
Cegah Generasi Muda Gunakan Narkoba, Emil Bangun Pusat kreativitas

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil), akan medorong generasi muda memiliki aktivitas yang lebih produktif. Menurutnya ini penting untuk menjaga mereka dari penggunaan narkoba yang saat ini marak terjadi.

Ini diungkapkan Emil saat mengomentari banyaknya modus penggunaan narkoba di kalangan masyarakat. 

"Apapun, ini harus kita berantas," katanya di Bandung, Jumat (9/11).

Dia menjelaskan, pihaknya sengaja menggagas program yang mampu meningkatkan aktivitas warga khususnya generasi muda. Melalui pembangunan pusat-pusat kreatif, dia ingin warganya yang berusia produktif lebih memiliki sarana untuk menyalurkan kreativitasnya.

"Jadi nongkrongnya di creative center," katanya. 

Dengan begitu, dia meyakini generasi muda akan menjauhi aktivitas negatif seperti penggunaan narkoba karena lebih memilih untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.

"Dengan program-program produktif, mereka akan diam di situ. Makanya saya bikin creative center," katanya.

Seperti diketahui, peredaran narkoba di akhir tahun diprediksi meningkat seiring tingginya permintaan akan barang haram tersebut. Ini terkait juga dengan perayaan tahun baru di masyarakat khususnya di kalangan pengguna.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat Brigjen, Sufyan Syarief, dalam asistensi penguatan pencegahan dan pemberantasan narkoba, di Bandung, Kamis (8/11). 

Dia menjelaskan, pengawasan terhadap peredaran narkoba harus ditingkatkan setiap akhir tahun seperti saat ini.

Biasanya, lanjut dia, penggunaan barang haram ini akan meningkat seiring banyaknya pesta perayaan tahun baru yang dilakukan masyarakat. 

"Di akhir  tahun akan meningkat kebutuhan dan distribusi narkoba," katanya.

Terlebih, menurutnya Indonesia menjadi sasaran empuk bagi jaringan pengedar narkoba internasional. Selain karena wilayah yang strategis, jumlah penggunanya pun cukup banyak.

"Secara nasional ada 5 juta, di Jawa Barat ada 900 ribu," katanya seraya menyebut para pengguna itu berasal dari semua kalangan masyarakat. 

 

Baca juga: Tujuh Pelaku Penyelundupan Narkoba Ditangkap Petugas

 

Dia menambahkan, modus penggunaan narkoba pun sudah bertambah banyak sehingga harus terus diwaspadai.

Sementara itu, pihaknya pun kini mewaspadai penggunaan anak-anak sebagai kurir narkoba. Ini dilakukan pengedar untuk mengelabui petugas dengan harapan luput dari pantauan.

Menurut dia, saat ini sudah banyak anak-anak yang dimanfaatkan sebagai kurir narkoba, seperti di Sumatra, Jawa, dan lainnya. 

"Anak-anaknya enggak tahu dijadikan kurir," katanya seraya menyebut penggunaan anak-anak ini biasanya untuk peredaran sabu dan ganja.

Meski begitu, dia menyebut terdapat juga anak-anak yang tahu dirinya digunakan sebagai kurir narkoba. 

"Biasanya mereka pengguna juga, atau karena faktor ekonomi," katanya. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More