Warga Jawa Barat Diimbau Waspada Musim Hujan

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 15:15 WIB Nusantara
Warga Jawa Barat Diimbau Waspada Musim Hujan

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengimbau warganya untuk waspada memasuki musim penghujan ini. Sebab, berbagai bencana akibat cuaca ini diprediksi akan terjadi di provinsi yang paling banyak penduduknya tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil), mengakui 60% bencana hidrologis di Tanah Air diprediksi akan terjadi di Jawa Barat. 

"Ada enggak ada manusia, akan terjadi menurut geografis di Jawa Barat. Itu sudah  takdir," kata Emil di Bandung, Jumat (9/11).

Oleh karena itu, dia mengimbau warganya untuk lebih waspada dan mempersiapkan diri jika suatu waktu bencana terjadi. 

"Tolong waspada, musim hujan turun," katanya.

Sebagai contoh, menurutnya kawasan perkotaan akan dilanda banjir semata kaki (cileuncang) setiap musim hujan tiba. Kondisi lebih parah akan dialami warga di pedesaan yang menurut Emil rawan banjir bandang.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengedukasi masyarakat agar lebih hati-hati dalam menghadapi fenomena alam ini. 

"Kami akan mengedukasi masyarakat supaya paham. Anda tinggal di mana, potensinya apa, bersiasatlah menghadapi hal-hal rutin," katanya.

Meski begitu, Emil belum akan menetapkan status siaga bencana pada awal musim hujan ini. Pihaknya akan menunggu data dari BMKG terkait intensitas hujan yang akan terjadi di wilayahnya ini.

"Harus dirapatkan, apakah ini karena situasional saja. BMKG belum memberikan input berapa bulaneun intensitas air hujan, sebesar apa," katanya.

 

Baca juga: Sulit Distribusikan Sembako, Tim Gabungan Bangun Dermaga

 

Disinggung penanganan jembatan penghubung Kabupaten Tasikmalaya dan Garut yang roboh akibat banjir bandang, menurut Emil hingga saat ini pihaknya terus mempebaikinya. Jembatan bailey yang bersifat sementara terus dipasang untuk memperlancar aktivitas warga.

"Kita cepat tanggap, subuh kejadian, siang jembatan bailey dipasang. Supaya ekonomi tidak terganggu," katanya.

Menurut dia, kendala sedikit dirasakan mengingat panjang jembatan yang harus dikerjakan. 

"Harus ada dudukan di sungainya, karena panjang. Yang pasti pertolongan sedang diproses, mohon bersabar, kita sedang bekerja," katanya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More