Tenaga Kerja Lokal Dominasi Industri Hulu Migas

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 14:45 WIB Ekonomi
Tenaga Kerja Lokal Dominasi Industri Hulu Migas

Dok. SKK Migas

SEBANYAK 98,75% tenaga kerja di sektor hulu migas nasional diisi oleh sumber daya manusia lokal. Tercatat, tenaga ahli di bidang tersebut yang berasal dari luar negeri hanya 312 orang. Bandingkan dengan tenaga kerja dalam negeri yang mencapai 24.739 orang.

Tenaga kerja asing di hulu migas sempat mencapai angka 1.140 pada 2014. Tetapi kala itu, jumlah pekerja lokal juga tumbuh hingga 32.292 orang. Dengan demikian, dari rasio, angka pekerja asing hanya sebesar 3,41 % kala itu.

Semua data-data tersebut dicatat berdasarkan izin kerja yang didaftarkan para kontraktor di SKK Migas.

"Di sektor hulu migas, kita sudah bisa mandiri dalam hal sumber daya manusia. Tidak banyak butuh dari luar," ujar Manajer Senior SDM KKKS SKK Migas Daniel Kurnianto di Ciloto, Jawa Barat, Jumat (9/11).

Ia mengungkapkan kontraktor sedianya memang lebih memilih untuk memberi kesempatan kepada para pekerja lokal. Pasalnya, jika mempekerjakan tenaga kerja asing, upah yang dikeluarkan untuk satu orang bisa lebih besar delapan kali lipat daripada pekerja lokal.

Ia menyebutkan mayoritas tenaga kerja asing di sektor tersebut berada pada usia expert yakni di atas 45 tahun dan berperan pada rumpun fungsi proyek seperti operasi dan engineering.

Sementara SDM Lokal, sebanyak 42% berada pada usia produktif namun masih harus mendapatkan pengembangan.

SKK Migas pun mengembangkan program Technical Development Exchange (TDE), sebuah program peningkatan kualitas SDM lokal melalui pertukaran dengan tenaga kerja asing.

Ada juga Overseas On The Job Training yang merupakan program pengembangan SDM lokal di luar negeri dalam rangka memenuhi competency requirement untuk pengembangan karier yang memiliki standar internasional.

Kendati demikian, dunia tenaga kerja migas di Indonesia juga memiliki persoalan tersendiri. Ketika sudah memiliki keahlian, cukup banyak tenaga kerja lokal yang bermigrasi untuk bekerja di luar negeri terutama Timur Tengah.

Pada 2014 jumlah tenaga kerja migas di Indonesia sebanyak 32.292 orang, lalu pada 2015 sebanyak 31.745 orang. Kemudian pada 2016 sebanyak 29.863 orang dan 2017 sebanyak 26.811 orang.

"Trennya sekarang terus menurun. Banyak yang lari keluar. Karena perusahaan asing yang berani menawarkan gaji yang lebih tinggi," jelasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More