UNS Bersiap Pilih Rektor Baru

Penulis: Ferdinand Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 14:30 WIB Nusantara
UNS Bersiap Pilih Rektor Baru

MI/Ferdinand

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS), Kota Surakarta, Jawa Tengah, mulai bersiap melakukan suksesi rektor seiring akan berakhirnya masa jabatan Rektor Ravik Karsidi pada 13 April 2019.

Berbeda dengan suksesi terdahulu, kali ini UNS membuka kesempatan bagi calon rektor dari luar. Ini merupakan yang pertama kali dalam 24 tahun terakhir.

Tahapan suksesi diawali dengan pengumuman penjaringan bakal calon rektor yang ditandai peluncuran laman pendaftaran oleh Rektor UNS Ravik Karsidi, Ketua Senat Suntoro, dan Ketua Panitia Sahid Teguh Widodo, Jumat (9/11).

"Kami mempersilakan calon dari luar asal memenuhi syarat yang telah ditentukan. Salah satunya PNS, memiliki pengalaman sebagai dosen, dan jejang akademik paling rendah lektor kepala," kata Sahid.

Baca Juga:

UNS Luncurkan Jawametrik

Ravik Karsidi menilai dibukanya kesempatan bagi calon dari luar UNS merupakan sesuatu langkah positif. Asalkan, siap untuk menyesuaikan diri dengan budaya kerja dan melanjutkan rencana pengembangan yang telah ada.

"Sebagai pimpinan saat ini saya sudah mensituasikan, siapa pun yang menjadi pengganti. Bisa melanjutkan rencana pengembangan jangka panjang 2040 yang sudah disiapkan," ujar Ravik.

Satu hal lagi, lanjut Ravik, rektor mendatang mempunyai tugas berbeda dengan dirinya. Sebab, tahun depan UNS telah memasuki masa transisi menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH), yakni perguruan tinggi yang mandiri penuh dalam mengelola organisasi.

"Saat ini baru ada sebelas perguruan tinggi yang berstatus PTNBH, UNS yang kedua belas," pungkasnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More