Jangan Sekadar Publikasi, Peneliti Hasilkan Karya untuk Bantu Selamatkan Lingkungan

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 13:10 WIB Humaniora
Jangan Sekadar Publikasi, Peneliti Hasilkan Karya untuk Bantu Selamatkan Lingkungan

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta para ilmuwan dan peneliti turut berkontribusi mendorong upaya penyelamatan lingkungan dan sumber daya alam (SDA).

Peneliti, dalam kerjanya diharapkan tidak sekadar mengejar publikasi tapi juga menghasilkan karya ilmiah yang bisa membantu memecahkan masalah pengelolaan lingkungan.

"Dosen dan peneliti yang produktif mendapat index scopus tinggi kerap lupa perjuangannya untuk apa. Saya mengajak peneliti berjuang langsung di lapangan dan dengan pena untuk memecahkan masalah lingkungan," ucapnya dalam Kongres Himpunan Alumni Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan IPB di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (9/11).

Menteri Siti memaparkan pemerintahan saat ini tengah mendorong reformasi birokrasi dalam pengelolaan lingkungan dan penegakan hukum. Pemerintah melakukan langkah-langkan koreksi untuk membenahi pengelolaan sumber daya alam.

Baca Juga:

Mitigasi Perubahan Iklim Perlu Libatkan Peneliti

 

Peran peneliti diharapkan bisa lebih besar untuk membantu negara.

 

"Peneliti harus berjuang bagi lingkungan bukan berjuang untuk index scopus. Penyelesaian masalah SDA dan lingkungan ialah masalah politik tapi kita kerap kurang munculkan dimensi politik dan sosial dalam penelitian," tandasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More