Pertamina Ingatkan Rumah Makan dan ASN Dilarang Gunakan Gas 3 Kg

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 10:45 WIB Nusantara
Pertamina Ingatkan Rumah Makan dan ASN Dilarang Gunakan Gas 3 Kg

Ilustrasi -- MI/ATET DWI PRAMADIA

COMMUNICATION and Relation MOR II Pertamina Sumbangsel Bramantio Rahmadi menegaskan penggunakaan gas subsidi 3 kg hanya untuk masyarakat tidak mampu dan bukan untuk rumah makan serta aparatur sipil negara (ASN).

"Kami dibatasi oleh kuota, per Oktober ini kita sudah lebih menyalurkan dari kuota, sudah 2,2% lebihnya," kata Bram di Pangkalpinang, Kamis (8/11).

Pihaknya juga sudah menerima laporan, bahwa gas di Babel, khususnya di Pangkalpinang mengalami hambatan. Namun untuk melakukan penindakan mereka tidak bisa sendiri.

"Pengawasan, kami butuh bantuan semua pihak, biasanya kalau ada laporan, kami rutin akan sidak, tetapi enggak sendiri, aparat kepolisan dan Disperindag," imbuhnya.

Ia mengakui, dari sidak ini memang belum langsung dilakukan tindakan penukaran tabung dari subsidi ke 12 kg atau 5 kg, melainkan baru sebatas sosialisasi berlanjut.

"Kalau sanksi kami hanya bisa ke pangkalan, kalau pedagang yang menjual diluar Pangkalan kami enggak bisa tindak," tegasnya.

Baca juga: Elpiji 3 Kg Salah Sasaran di Jateng

Oleh karenanya, ia berharap keterlibatan pemerintah daerah agar distribusi gas ini bisa lebih baik, khususnya yang membeli di pangkalan kemudian menjual kembali melebihi HET.

"Kita juga minta kalau ada penyalahgunaan laporkan ke kita, biar bisa dilakukan tindakan," pintanya.

Gas yang masuk ke Babel, lanjut Bram, dipasok dari Palembang, dan terkadang dalam pendistribusiannya, mengalami hambatan seperti cuaca buruk dan lainnya.

Gas bersubsidi ukuran 3 kg ini, sebetulnya dikhususkan untuk masyarakat menengah ke bawah. Akan tetapi pada kenyataannya saat ini gas subsidi dibeli bebas oleh siapa saja, termasuk pemilik warung makan, ASN dan bahkan orang-orang kaya. Mereka semestinya, menggunakan bright gas 5kg serta gas ukuran 12 kg.

"Kami tidak bisa melarang orang (kaya) untuk beli gas, karena memang kami tidak punya kewenangan, dan Pertamina sebagai operator, hanya menjual, dan mengajak konsumen untuk menjadi konsumen cerdas," tukasnya.

Dalam diskusi talkshow ini, Bram juga menyikapi pertanyaan dari peserta yang menanyakan isi gas tidak penuh ketika dilihat melalui regulator di tabung gas. Bram menegaskan, bahwa meteran yang ada pada regulator tabung gas ini sebetulnya bukan untuk mengetahui isi tabung.

"Meteran di regulator gas itu untuk mengukur tekanan gas yang keluar, bukan mengukur isi. Untuk ukur isi ditimbang aja tabungnya, dan kalau digoncang seperti ada air, memang gas ini isinya cair ketika dihidupkan (dipanaskan) baru dia keluar gasnya," jelas Bram. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More