PUPR Ajak Kampus Berani Berinovasi

Penulis: (LN/N-1) Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 02:30 WIB Nusantara
PUPR Ajak Kampus Berani Berinovasi

MI/HERLINA

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar kegiatan PUPR goes to Campus, menggandeng Media Grup dirangkaikan dengan pameran mobile training unit untuk pekerja konstruksi.

Pada sesi talkshow yang menghadirkan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Aula Mall Universitas Muhammadiyah Makassar, kemarin, terungkap bahwa pemerintah saat ini bekerja keras untuk maju dari semua sisi.

"Yang dilakukan bukan untuk sekarang atau 2-3 tahun mendatang, tapi untuk jauh ke depan," kata Syarif.

Dari total 227 proyek strategis nasional, 137 di antaranya merupakan proyek yang digarap Kementerian PUPR. Yang pada akhir tahun ini ditargetkan ada 26 proyek yang akan rampung. Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya ialah bendungan, tiga jaringan irigasi, 12 tol, dan tiga perumahan.

Sisanya 53 proyek akan diselesaikan pada 2019 meliputi 12 bendungan, tiga irigasi, 29 tol, empat jalan nasional, dan satu sistem penyediaan air minum dan sanitasi. Untuk mengatasi persoalan kualitas SDM, PUPR membuat program link and match untuk mendapatkan tenaga kerja berkompeten.

"Tahun ini ditargetkan 26 ribu tenaga konstruksi berkompeten, berasal dari SMK 18 ribu orang dan perguruan tinggi serta politeknik sebanyak 8.000 orang," lanjut Syarif.

Nurdin Abdullah menegaskan Sulsel punya peluang besar untuk membangun di segala aspek. Masih adanya kelemahan SDM, menurutnya, kampus harus turut bersama masyarakat dan pemerintah untuk terus bersinergi.

"Saya berterima kasih pada Pemerintahan Jokowi, terus mendorong infrastruktur di timur. Termasuk Sulsel kecipratan banyak infrastruktur jalan dan bendungan yang memang sangat dibutuhkan."

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More